Fakta Seputar Pemugaran Vihara Darma Bhakti

112
VIHARA DARMA BHAKTI

Susunan Kepanitiaan pemugaran Vihara Darma Bhakti atau Cing De Yuen menjadi perbincangan hangat umat Buddha ala warung kopi, dibahas dalam kongkow-kongkow informal. Mau di formalkan pada mengelak, kita mah semut, mana bisa lawan gajah, kilahnya. Ada juga yang bilang blak-blakan aja demi Vihara. Hargai donk kalau emang benar umat Buddha.

Topik hangatnya karena ada nama almarhum om Liem Soei Liong sebagai Dewan Kehormatan. Dalam hirarki kepanitiaan secara Buddhis terasa janggal, entah agama lain. Topik lainnya ada nama Jusuf Hamka, tokoh Chinese Muslim. Umumnya senada dengan pengacara Eddy Sadeli sekaligus tokoh Buddhis senior dan berkecimpung diberbagai organisasi, mengatakan hal itu tidak masalah karena hanya duduk di Panitia bukan Organisasi Vihara atau Yayasannya.

Memang dalam akta Yayasan masih tercantum dua sosok non Buddhis, dan karenanya tidak dapat disahkan oleh Dirjen Bimas Buddha. Meski dilampirkan dengan pernyataan pun tidak memungkinkan untuk disetujui. Selain karena peraturan, hal ini karena dapat menimbulkan interpretasi yang tidak sehat dalam kerukunan antar umat beragama.

Sejatinya bila dikembalikan kepada kaidah pelaksanaan beribadah umat Vihara CDY yang pastinya upacara sembahyang dan sujud tujuh kali oleh semua jajaran Panitia, menjadi tidak mungkin lengkap dan sempurna.

Dibutuhkan kebesaran jiwa dan hati umat Buddha khususnya Vihara Cing De Yuen terhadap kenyataan ini. Dengan tidak mencari kesalahan siapapun, ada baiknya kita serahkan kembali kepada Dewa Utama, Dewi Kwan Im agar bila fakta ini hanya ulah ambisi satu dua orang, biarlah terjadi hukum karma baginya…

Adian Radiatus

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...