Faisal Basri Bantah Ucapan Luhut Soal Jumlah TKA China yang Masuk Indonesia

407

Ekonom senior Faisal Basri membantah ucapan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, soal jumlah tenaga kerja asing (TKA) China yang masuk Indonesia.

Proyek strategis nasional (PSN), kata Faisal Basri, kerap dijadikan landasan untuk memasukkan TKA China ke Indonesia.

“Itulah yang dijadikan landasan oleh Pak Luhut Pandjaitan untuk memasukkan ribuan pekerja China setiap bulan. Ribuan, ya,” kata Faisal Basri dalam wawancara yang diunggah kanal Youtube Refly Harun pada 23 Juli 2021.

Faisal Basri menuturkan, TKA China yang masuk ke Indonesia sebenarnya jauh lebih banyak dari yang pernah diucapkan Luhut.

“Kata Pak Luhut cuma 3.500 pekerja dari China, wong sebulan saja lebih dari 1.000,” sebut Faisal Basri.

“Betul mungkin Pak Luhut (menyebutkan) 3.500 (untuk) yang memiliki izin bekerja. Sebagian besar tidak memiliki izin bekerja, mereka pakai visa kunjungan,” tutur Faisal Basri lagi.

Faisal Basri kemudian menungkap bagaimana modus para pekerja China yang masuk Indonesia.

“Dari (bandara) Sam Ratulangi diangkut ke Morowali yang setiap bulan di era pandemi. Atas nama proyek strategis nasional bikin baterai, padahal sampai detik ini belum ada yang bikin baterai,” katanya.

Faisal Basri menegaskan dirinya tidak asal berbicara. “Datanya ada di saya. Sumber saya banyak, termasuk dari China sendiri. Saya sudah kasih juga datanya ke staf khusus Pak Luhut, Pak Bahlil, saya kasih ke beberapa orang yang harusnya punya concern tentang ini,” katanya.

 Berita Terkait: Luhut Buka-bukaan Soal Isu Masuknya Jutaan TKA dari China ke RI 

Sebelumnya, isu soal TKA China kembali menjadi perbincangan hangat masyarakat ketika 20 TKA China tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan pada 2 Juli 2021.

Banyak publik yang geram karena TKA China itu tiba ketika PPKM Darurat sedang diberlakukan pemerintah demi menekan laju penyebaran Covid-19.

Meski begitu, pihak Bandara Internasional Sultan Hasanuddin mengklaim PPKM Darurat baru dimulai pada 5 Juli 2021 untuk kawasan Sulawesi Selatan.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here