Fahri Hamzah: Lembaga Survei Berusaha Memanipulasi Opini

249
Survei

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyebut mayoritas lembaga survei melakukan manipulasi dalam riset dua pasangan capres yang bertarung di Pilpres 2019.

Dalam akun Twitter @Fahrihamzah, dia menyampaikan bahwa lembaga-lembaga survei lebih menitikberatkan kepada salah satu pasangan. Karena itu, lembaga survei lebih mengedepankan opini dibandingkan fakta.

Fahri juga menyebut bahwa mayoritas lembaga survei tidak ingin menerima aspirasi rakyat tetapi hanya mementingkan kejar setoran dari pemesan hasil survei. Kondisi itu merupakan sebuah kecurangan.
Partai Berkarya

“Lembaga survei sedang berusaha memanipulasi opini, mereka tidak mau menangkap geliat suara rakyat tapi kejar setoran dan memberi hiburan kepada pemesan. Bagi mereka beropini lebih penting daripada fakta. Ada juga modus mengkondisikan kecurangan, #4harilagi02menang,” tulis Fahri, Rabu (3/4).

Sebelumnya, beberapa lembaga survei menghasilkan riset yang menyampaikan bahwa elektabilitas pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin lebih unggul dibandingkan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Seperti Indobarometer yang mencatat elektabilitas Jokowi-Maruf mencapai 50,8 persen sedangkan Prabowo-Sandi 32 persen. Adapun hasil penelitian LSI Denny JA yang dirilis Selasa (2/4) menyampaikan elektabilitas Jokowi-Maruf 56,8 persen hingga 63,2 persen sementara Prabowo-Sandi 36,8 persen hingga 43,2 persen.

Indikator Politik Indonesia juga merilis elektabilitas Jokowi-Maruf sebesar 55,4 persen dibandingkan Prabowo-Sandi dengan 37,4 persen. Dan hasil riset Vox Populi Research Center menunjukkan elektabilitas Jokowi-Maruf 54,1 persen sementara Prabowo-Sandi 33,6 persen. rmol

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here