Fadli Zon: Ciri Negara Salah Urus, Listrik Mati Tak Ada Peringatan

515

Peristiwa mati listrik yang menimpa sebagian wilayah Pulau Jawa mendapat sorotan. Perusahaan Listrik Negara (PLN) menuai kritikan.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon kembali membuat cuitan yang menyindir peristiwa padamnya listrik selama delapan jam lebih tersebut.

Menurut Wakil Ketua Umum Gerindra itu, matinya listrik seperti negara salah urus.

Ciri2 negara salah urus, listrik mati tak ada peringatan apalgi penjelasan sebelumnya,” cuit Fadli dalam Twitternya, Senin, 5 Agustus 2019.

Sebelumnya, kritikan juga disampaikan Anggota Komisi VI DPR, Darmadi Durianto. Ia menilai matinya listrik sebagian wilayah Pulau Jawa termasuk Ibu Kota Jakarta itu pada Minggu, 4 Agustus 2019 berdampak luas terhadap kegiatan masyarakat.

Dia menyebut institusi PLN mesti bertanggung jawab terkait kejadian ini.

“Padamnya serentak di banyak kota menimbulkan tanda tanya besar. Menciptakan kegelisahan, harus ada tanggung jawab ke masyarakat,” kata Darmadi dalam keterangannya, Minggu, 4 Agustus 2019.

Sebelumnya, PLN menyampaikan permohonan maaf atas pemadaman listrik di wilayah Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat, yang terjadi sejak pukul 11.50 WIB siang tadi, Minggu 4 Agustus 2019. Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani memastikan pasokan listrik untuk tiga wilayah tersebut bakal kembali normal sebelum pukul 00.00 WIB.

Sripeni menjelaskan, sejak pukul 16.00 WIB, pasokan setrum tambahan untuk kebutuhan tiga wilayah yang mencapai 20.000 Megawatt sudah kembali dialirkan dari wilayah Timur.

“Listrik dari Jawa Timur sudah masuk ke Saguling dan Cirata, kemudian PLTA Cirata dan Saguling berfungsi menstabilkan tegangan hingga ke Gandul,” katanya di kantor P2B PLN, Gandul, Cinere, Depok, Jawa Barat, pada Minggu 4 Agustus 2019.

Setelah dari Gandul rencananya pasokan listrik tambahan tersebut akan dialirkan ke PLTU Suralaya untuk kebutuhan Banten, sementara untuk tambahan pasokan listrik di Jakarta akan disalurkan ke PLTU dan PLTGU Muara Karang. (ren) viva

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...