Facebook Tumbang, Pendiri WhatsApp: Sudah Saya Bilang Supaya Dihapus

187

Salah satu pendiri WhatsApp, Brian Acton, lagi-lagi mengingatkan kepada semua orang untuk menghapus akun Facebook mereka, dan tidak pernah lagi untuk menggunakannya lagi.

“Kamilah memberi mereka kekuatan. Itu ternyata bagian yang paling buruk. Justru kami harus membeli produk mereka dengan mendaftar ke situs web-nya. Sudah saatnya hapus akun Facebook kalian,” kata Acton, seperti dikutip dari Livemint, Jumat, 15 Maret 2019.

Cuitan mantan tandem Jan Koum, pendiri WhatsApp lainnya, ini lantaran publik dunia dihebohkan dengan tumbangnya Facebook, Facebook Messenger, Instagram, dan juga WhatsApp pada Rabu, 13 Maret atau Kamis, 14 Maret 2019 waktu Indonesia.

Ia juga bercerita mengapa akhirnya menjual WhatsApp ke perusahaan milik Mark Zuckerberg tersebut. “Saya memiliki 50 karyawan dan saya harus memikirkan mereka dari hasil penjualan platform yang saya dan Jan Koum dirikan,” ungkapnya.

“Dan, pada akhirnya saya menjual perusahaan saya. Saya menjual data privasi pengguna saya. Saya membuat pilihan dan kompromi”. Acton melanjutkan kalau dirinya juga harus memikirkan pendapat investor, serta saham minoritas yang ia miliki.

“Akhirnya saya tidak memiliki kekuatan penuh untuk mengatakan tidak jika saya mau,” tutur Acton. Sebelumnya, pada tahun lalu, tepatnya akhir Maret, Acton sudah mengimbau kepada pengguna Facebook supaya menghapus akun mereka lewat tagar #deletefacebook.

Hal ini karena terjadi kebocoran 50 juta data privasi pengguna di seluruh dunia. Satu bulan sebelumnya, Acton menginvestasikan US$50 juta (Rp677 miliar) ke pesan instan terenkripsi, Signal, yang digadang-gadang sebagai alternatif independen selain WhatsApp.

Acton bukanlah yang pertama mengekspresikan kegelisahannya terhadap mantan perusahaannya itu. Tahun lalu, mantan eksekutif Facebook sebelumnya, Chamath Palihapitiya, Sean Parker, Justin Rosenstein, serta investor Roger McNamee, mengakui jika Facebook telah menciptakan ‘dunianya sendiri’. viva

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here