Eva Sundari: Saya Mohon Pak Yusril Mundur dari Pengacara HTI

819

 Yusril Ihza Mahendra dipastikan menjadi kuasa hukum pasangan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019. Namun dengan kepastian tersebut, Yusril juga diminta mundur sebagai kuasa hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Hal tersebut disampaikan Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Eva Kusuma Sundari. Menurut Eva, akan sangat kontradiktif saat memutuskan menerima penunjukan sebagai kuasa hukum Jokowi-Ma’ruf tapi Yusril tetap kuasa hukum HTI.

“Saya memohon kepada Pak Yusril mundur dari pengacara HTI,” kata Eva di gedung DPR, Jakarta, Selasa (6/11).

Yusril di satu sisi membela pasangan Jokowi-Ma’ruf yang sangat pro Pancasila dan menjadikan Pancasila sebagai orientasi dalam kebijakannya dan arah yang harus ditegakkan. Sementara itu, juga menjadi pengacara HTI, karena tidak mau Pancasila dan punya konstitusi sendiri.

“Biar pas saja. Saya mendukung dan akan lebih sempurna beliau tidak dalam posisi yang kontradiktif,” ujar Eva.

Meski begitu, ia memang mengakui kapasitas personal dan jam terbang Yusril. Reputasinya selalu banyak menang, kalau menjadi pengacara.

“Zamannya Gusdur menjadi kredit poin bagi Pak Yusril, untuk ditawari sebagai pengacara, dan tentu Pak Erick Thohir mempertimbangkan berbagai advantage, apabila Pak Yusril itu mau masuk menjadi pengacara,” terang dia.

Eva mengatakan, profesionalitas dan kapasitas harus dibarengi dengan moralitas, sehingga integritas itu bisa menjadi utuh. Jadi, kombinasi antara moralitas dan profesionalitas itu harus ditunjukkan Yusril.

“Pak Yusril kan sangat cerdas dan paham apa yang tidak diucapkan, juga beliau saya pikir ditunggu wisdom-nya untuk kemudian pada posisi yang tidak kontradiktif, dan menurut saya ketika menerima menjadi pengacara Jokowi dan Ma’ruf, tentu jadi pertimbangan juga bagi beliau kita tunggu saja,” kata Eva.

Yusril sebelumnya mendampingi HTI sebagai kuasa hukum, atas perkara pembubaran atau pencabutan status badan hukum HTI sebagai ormas oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly pada Juli 2018 lalu. Meski gugatan HTI atas keputusan Menkumham itu ditolak PTUN Jakarta, Yusril tetap mendampingi HTI untuk kasasi di Mahkamah Agung. [] akurat

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.