Eks Penasihat KPK Sebut Prabowo Pelacur Jika Akui Kemenangan Jokowi Demi Kursi

793

JAKARTA – Pernyataan koordinator lapangan aksi kawal putusan sidang sengketa Pilpres 2019, Abdullah Hehamahua, membuat pernyataan menohok.

Mantan penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menyebut Prabowo pelacur jika mengakui kemenangan Jokowi demi mendapatkan jatah kursi.

Hal itu dikatakan Abdullah saat menanggapi wacana rekonsiliasi antara Jokowi dengan Prabowo.

Abdullah menilai, rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo sah-sah saja, selama tujuannya untuk kepentingann kemanan dan kedamaian warga negara.

“Kalau rekonsiliasi dalam pengertian negara aman dan damai sah-sah saja. Tapi kalau rekonsiliasi Prabowo-Sandi mengakui kemenangan Jokowi sehingga kemudian mendapatkan beberapa kursi, itu namanya pelacur,” kata Abdullah di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019).

Ketua Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sidang perdana sengekta Pilpres di ruang sidang gedung MK. Foto Jawa Pos

Ketua MK, Anwar Usman memimpin sidang.

Mahkamah Konstitusi (MK) sendiri menyatakan menolak gugatan Tim Paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dengan demikian, Joko Widodo-Ma’ruf Amin sah menjadi Presiden dan Wakil Presiden.

Ketua Majelis Hakim Konstitusi, Anwar Usman, membacakan kesimpulan putusan majelis hakim konstitusi pada Kamis (27/06) malam pukul 21.15 WIB.

“Menyatakan dalam eksepsi, menolak eksepsi termohon dan pihak terkait untuk seluruhnya. Dalam pokok permohonan, menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” kata Anwar Usman.

“Demikian diputuskan dalam rapat permusyawaratan Hakim, oleh sembilan hakim konstitusi,” tambahnya.

Dalam kesimpulannya, majelis hakim konstitusi menyatakan semua dalil hukum yang diajukan tim hukum Prabowo-Sandiaga tidak beralasan.

(one/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...