Ekonomi Meroket Hanya Pemulihan Semu? Peneliti: Jangan Keburu Senang Dulu

387
Bhima Yudistira /Jpnn

Seorang peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira menanggapi laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait naiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II tahun 2021.

Bhima menegaskan kepada pemerintah agar tidak terburu senang dengan pemulihan ekonomi saat ini.

Bhima menilai bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi akan kembali merosot bahkan minus di kuartal III tahun 2021 nanti.

Hal itu dinilai karena telah terjadi lonjakan kasus Covid-19 dan PPKM Level 4 yang terus diperpanjang.

“Jangan keburu senang dulu karena pemulihan semu satu kuartal,” ucap Bhima pada Kamis, 5 Agustus 2021, dikutip terkini.id dari Rmolid.

Ia pun mengimbau kepada pemerintah untuk tetap fokus mengantisipasi terjadinya kemerosotan ekonomi di kuartal III dan IV.

Bhima menjelaskan bahwa melajunya ekonomi Indonesia pada kuartal II merupakan hal yang wajar, sebab pada tahun lalu, ekonomi menyentuh angka minus -5,3.

Selain itu, ia pun mengatakan bahwa kondisi sebelumnya belum ada istilah PPKM dan semua mobilitas berjalan cukup bagus.

“Jadi ada sedikit pemulihan saja langsung positif tinggi. Ini disebut low base effect. Kuartal II masih belum ada PPKM Darurat, mobilitasnya lebih bagus dari kuartal ke III,” jelasnya.

Ia juga mengungkap bahwa adanya pemberian THR penuh pada kuartal kedua merupakan faktor besar pendorong minat beli masyarakat sehingga mendorong roda perekonomian masyarakat.

“Waktu itu mobilitas sudah mulai tinggi, meski belum seperti pra pandemi,” ucapnya.

“Masyarakat juga terbantu dengan adanya THR dibayar penuh, berbeda dengan tahun sebelumnya yang bisa dicicil. THR berperan penting mendorong masyarakat berbelanja. Daya beli sempat pulih,” imbuhnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here