Effendi Gazali Minta Jelaskan Isu Reshuffle, Ali Ngabalin: Bapak Kan yang Ajarkan Saya Komunikasi

481

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menjawab pertanyaan pakar komunikasi Profesor Effendi Gazali tentang rencana perombakan kabinet (reshuffle).

Dilansir TribunWow.com, diskusi itu terjadi dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di TvOne, Selasa (30/6/2020).

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka opsi reshuffle jika jajaran menterinya dinilai tidak mampu menangani dampak pandemi Virus Corona (Covid-19).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat gestur mengangkat tangan setelah menyampaikan kemungkinan reshuffle kabinet, dalam Sidang Kabinet Paripurna, Kamis (18/6/2020), diunggah Minggu (28/6/2020).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat gestur mengangkat tangan setelah menyampaikan kemungkinan reshuffle kabinet, dalam Sidang Kabinet Paripurna, Kamis (18/6/2020), diunggah Minggu (28/6/2020). (Capture YouTube Sekretariat Presiden)
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-Inside-MediumRectangle’); });

Ancaman Jokowi tersebut kemudian menjadi sorotan publik, termasuk Effendi Gazali.

Hal itu ia tanyakan kepada Ali Ngabalin karena Jokowi juga menyinggung akan membubarkan lembaga yang dianggap tidak mampu menangani Covid-19.

Ali Ngabalin menilai pesan utamanya bukan tentang pembubaran lembaga atau reshuffle.

“Makanya saya tadi katakan, pesan substansi yang harus dinilai bukan pada persoalan apakah lembaga itu dibubarkan atau kementeriannya dilakukan reshuffle,” kata Ali Ngabalin.

“Substansinya percepatan penanganan Covid-19, karena kita dalam keadaan darurat,” jelasnya.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-AdAsia’); });

<!–//<![CDATA[
var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://ads8.kompasads.com/new/www/delivery/ajs.php':'http://ads8.kompasads.com/new/www/delivery/ajs.php');
var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999);
if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ',';
document.write ("”);
//]]>–>

Menurut Ngabalin, Jokowi mendesak para menteri agar menganggap keadaan saat ini darurat.

Ia mengutip pernyataan presiden yang berulang kali menyebutkan situasi krisis ini sebagai keadaan luar biasa atau extraordinary.

“Itu yang dimaui Bapak Presiden, sehingga kalau langkah-langkah yang dilakukan, apakah perombakan lembaga, apakah reshuffle kabinet, itu hak prerogatif presiden,” paparnya.

Ngabalin menerangkan hal itu dapat dilakukan karena telah diatur dalam konstitusi.

Menanggapi penjelasan Ali Ngabalin, Effendi menyebutkan dirinya bukan ingin membahas wacana reshuffle.

“Kalau Pak Ali Mochtar Ngabalin bisa menjawab ini, saya akan menjawab yang menteri,” kata Effendi Gazali.

Ia menyinggung ucapan Jokowi tentang opsi membubarkan lembaga tertentu.

Effendi meminta Ali Ngabalin memprediksi lembaga apa yang hendak dibubarkan Jokowi.

“Kira-kira menurut Bapak Ali Mochtar Ngabalin, lembaga apa yang dikatakan Bapak Presiden ketika mengatakan bisa saja lembaganya dibubarkan?” tanya dia.

Ali Ngabalin kembali tidak menjawab pertanyaan Effendi Gazali.

Ia menyebutkan pernyataan Jokowi hanya merupakan isyarat tidak langsung.

“Kalau di dalam komunikasi kan ada metakomunikasi. Kita belajar itu ilmu,” jelas Ngabalin.

“Bapak kan yang ajarkan saya tentang komunikasi, Pak. Kita sama-sama belajar ilmu komunikasi di Universitas Indonesia,” lanjutnya.

Menurut Ngabalin, Jokowi lebih fokus pada menegur jajaran menterinya.

“Jadi dalam posisi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, teguran kepada bawahan itu penting,” ungkap Ngabalin.

Lihat videonya mulai menit 13:40

 

Reaksi Ali Ngabalin saat Dengar Argumen Jubir PKS soal Pidato Jokowi

Di sisi lain, sebelumnya Ali Ngabalin tampak tertawa saat mendengar argumen Juru Bicara DPP PKS M Kholid.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan untuk menanggapi Juru Bicara DPP PKS M Kholid dalam acara Dua Arah di Kompas TV, Senin (29/6/2020).

Awalnya, M Kholid membahas sikap Jokowi dari segi kebijakan publik.

“Desain kebijakan publik itu harus dilihat tiga syaratnya. Pertama adalah tepat manfaat, dua adalah tepat sasaran, tiga adalah tepat waktu,” kata M Kholid.

Ia menyoroti sikap Jokowi yang turun tangan langsung dalam penanganan Covid-19.

“Bapak Presiden dalam setiap kesempatan mengatakan, ‘Saya akan pimpin langsung ini’,” ungkap Kholid.

Perdebatan terjadi antara Juru Bicara DPP PKS M Kholid (kanan) dengan Tenaga Ahli Utama KSP Ali Ngabalin (kiri), dalam acara Dua Arah, Senin (29/6/2020).
Perdebatan terjadi antara Juru Bicara DPP PKS M Kholid (kanan) dengan Tenaga Ahli Utama KSP Ali Ngabalin (kiri), dalam acara Dua Arah, Senin (29/6/2020). (Capture YouTube Kompas TV)

Hands on management. Artinya, day by day Bapak Presiden Joko Widodo mengamati proses itu,” lanjutnya.

Kholid lalu menyinggung teguran Jokowi kepada Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Kamis (18/6/2020).

Dalam sidang itu, Jokowi menyebutkan dari anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp 75 triliun, baru terpakai 1,53 persen.

Berdasarkan fakta itu, Kholid mempertanyakan kepemimpinan Jokowi.

“Sehingga ketika beliau terkaget-kaget serapan hanya 1,53 persen, bagaimana hands on leadership beliau itu day to day dilakukan?” tanya Kholid.

Ia merasa hal itu menjadi pertanyaan besar dari publik.

Mendengar argumen Kholid, Ali Ngabalin terkekeh.

Menurut Ngabalin, ucapan Kholid dapat menimbulkan persepsi yang berbeda.

“Kumpulkan saja itu tadi pernyataan-pernyataan mana yang dimaksudkan, supaya pernyataan Kholid itu tidak menyesatkan publik yang menyaksikan,” jawab Ali Ngabalin.

“Silakan dikoreksi, Pak Ngabalin,” balas Kholid.

Ngabalin meminta Kholid menjelaskan bagian mana yang sesungguhnya dikritik.

“Itu yang saya bilang. Tadi katanya mau ngumpul, tepat sasarannya, tepat waktunya. Mana yang belum?” tanya Ngabalin.

“Artinya kalau dalam istilah fiqih itu dia yang mengemukakan itu, maka dia harus kemukakan,” tambahnya.

Ngabalin menyebutkan saat ini Jokowi sudah mengeluarkan Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang).

Ia menilai langkah tersebut sudah menunjukkan sikap Jokowi yang serius menangani pandemi.

“Dalam kebijakan yang dilakukan pemerintah, kita tahu Percepatan Penanganan Covid-19,” jelas Ngabalin.

Sumber Berita / Artikel Asli : TribunWow

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...