Dunia Internasional Ramai Mengecam Peralihan Hagia Shopia Jadi Masjid, Yunani Ancam Beri Sanksi

304

Rupanya kecaman serta polemik terhadap rencana peralihan Hagia Sophia menjadi masjid terus bergulir. Sejak ditetapkan oleh Presiden TurkiRecep Tayyip Erdogan pada Jumat (10/7) pekan lalu, banyak pihak yang langsung berbondong-bondong menyatakan keberatannya.

Sebagaimana dilansir dari Al Jazeera, berbagai pihak yang diketahui menyatakan kecamannya antara lain Amerika Serikat (AS), Yunani, Siprus, Uni Eropa, UNESCO, Paus Fransiskus, hingga para pemimpin gereja ortodoks Rusia.

Dalam keterangannya, pihak Gereja Ortodoks Rusia bahkan dengan tegas menyatakan kekecewaan atas pencabutan status museum untuk Hagia Shopia. Tidak hanya itu, pihak gereja juga menuduh bahwa dengan keputusannya ini, Turki secara tidak langsung telah mengabaikan suara jutaan orang Kristen.

(Turki) tidak mendengarkan kekhawatiran jutaan orang Kristen,” ucap juru bicara Gereja Ortodoks Rusia, Vladimir Legoida mengutip kantor berita Rusia Interfax.

Kepala Kristen Ortodoks Patriark Ekumenis Bartholomew, sebelumnya juga menyatakan hal serupa dengan Legoida. Kepala spiritual dari sekitar 300 juta orang Kristen Ortodoks di seluruh dunia ini bahkan menyebut bahwa peralihan hanya akan akan ‘memecah’ Timur dan Barat.

Tidak ketinggalan, pejabat parlemen Rusia, Vladimir Dzhabarov, juga menyebut keputusan Turki sebagai ‘kesalahan’.

“Mengubahnya menjadi masjid tidak akan berimbas apa pun bagi dunia muslim. Itu tidak akan menyatukan negara, tetapi sebaliknya (justru) akan membawa mereka ke dalam persengketaan,” terang Dzhabarov yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua komite urusan luar negeri majelis tinggi parlemen Rusia.

Sementara itu, UNESCO menyesalkan keputusan Turki yang dinilai tidak melibatkan dialog sebelum mengambil keputusan untuk mengonversi Hagia Shopia. Dalam pernyataannya, UNESCO pun berjanji akan segera mengadakan peninjauan dengan Komite Warisan Dunia.

UNESCO menyerukan kepada pihak berwenang Turki agar membuka dialog tanpa penundaan untuk menghindari langkah mundur dari nilai universal warisan luar biasa ini, dan dalam sesi berikutnya, pelestarian (Hagia Shopia) akan ditinjau oleh Komite Warisan Dunia,” terang UNESCO.

Senada dengan UNESCO, Uni Eropa juga terlihat menyesalkan keputusan yang akhirnya diambil oleh Erdogan.

“Keputusan Dewan Negara Turki untuk membatalkan salah satu keputusan penting Turki modern dan keputusan Presiden Erdogan untuk menempatkan monumen (Hagia Shopia) di bawah pengelolaan Kepresidenan Urusan Agama sangat disesalkan,” ucap Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell.

Melalui menteri luar negerinya, Siprus juga terlihat ikut mengutuk tindakan Turki seraya menuduh bahwa Ankara hanya sedang mengalihkan permasalahan domestik.

Siprus sangat mengutuk tindakan Turki terhadap Hagia Sophia dalam upayanya untuk mengalihkan opini domestik dan menyerukan Turki untuk menghormati kewajiban internasionalnya,” tulis Menteri Luar Negeri Nikos Christodoulides di Twitter.

 Al Jazeera

Terkesan lebih lunak, AS terlihat hanya menyerukan agar Erdogan bisa tetap mempertahankan fungsi Hagia Sophia untuk semua umat.

“Kami kecewa dengan keputusan pemerintah Turki untuk mengubah status Hagia Sophia. Kami memahami bahwa Pemerintah Turki masih berkomitmen untuk mempertahankan akses ke Hagia Sophia untuk semua pengunjung, dan (kami) berharap bisa mendengar rencana (Turki) untuk melanjutkan pengelolaan Hagia Sophia untuk memastikan agar ia bisa diakses tanpa hambatan untuk semua (orang),” ucap Juru Bicara Departemen Luar Negeri, Morgan Ortagus.

Berbeda dari AS, Yunani sendiri terlihat begitu gencar mengecam langkah Turki untuk mengubah Hagia Sophia. Yunani bahkan tampak begitu tegas menyebut bahwa langkah Erdogan adalah bentuk ‘provokasi terbuka terhadap peradaban dunia’.

“Nasionalisme yang diperlihatkan oleh Erdogan… (seperti) membawa kembali negaranya ke (masa) enam abad lalu,” ucap Menteri Kebudayaan Yunani, Lina Mendoni seraya menambahkan bahwa putusan pengadilan telah menegaskan bahwa tidak ada keadilan independen di Turki.

Tidak hanya itu, dalam liputannya, Greek City Times juga menambahkan bahwa Yunani akan menjatuhkan sanksi atas tindakan Turki ini. Juru bicara pemerintah, Stelios Petsas, bahkan mengatakan bahwa sanksi kemungkinan juga akan datang dari Eropa dan organisasi internasional, seperti UNESCO.

Meski begitu, Petsas tidak menyebutkan jenis atau rincian hukuman apa yang bakal diberikan Yunani kepada Turki.

“Erdogan membuat kesalahan bersejarah, kesalahan yang menciptakan celah, saya harap itu tidak dijembatani. Yunani mengutuk tindakan ini dan akan melakukan segala daya untuk memberikan konsekuensi bagi Turki,” ucap Petsas.

“Siapa pun yang melanggar hukum internasional harus memahami bahwa untuk perilaku nakal ini, ada sanksi yang merugikan. Masalah Hagia Sophia adalah masalah internasional. Satu-satunya hal yang pasti adalah bahwa perilaku nakal dan penghinaan besar seperti itu harus memiliki respons yang sama,” tambahnya.

Sementara itu, dalam keterangan terbarunya, Paus Fransiskus juga ikut memberikan kritik untuk Turki. Dalam khotbahnya pada Minggu (12/7) kemarin, Fransiskus pun secara terang-terangan mengungkap kesedihannya.

“Saya memikirkan Hagia Sophia, dan saya sangat sedih,” ucap Fransiskus seperti dilansir oleh Straits Times.[]

Sumber Berita / Artikel Asli : Akurat

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...