Dua Suspect Corona di RSHS Bandung Punya Riwayat Perjalanan ke China dan Singapura

440
konferensi pers penanganan pasien suspect Corona di RSHS Bandung. Foto Antara

BANDUNG – Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung merawt dua pasien suspect virus Corona.

Keduanya adalah seorang WNA China berinisial HG dan seorang WNI warga Bandung berinisial HA.

Saat ini, kedua pasien tersebut menjalani perawatan intensif di Ruang Infeksi Khusus Kemuning (RIKK).

Berdasarkan obeservasi, kedua pasien itu memiliki kesamaan, yakni sama-sama memiliki jejak perjalanan ke China.

Demikian disampaikan Direktur Utama RSHS Bandung Nina Susana Dewi dalam konferensi pers di RSHS Bandung, Senin (27/1/2020).

HG tercatat pernah singgah di Kota Sichuan China dengan jarak 1300 km dari kota terjangkit virus Corona, Wuhan.

“Dikhawatirkan ada kontak (virus Corona), sehingga pada malamnya dia diisolasi di Ruang Kemuning,” kata Nina.

Sedangkan untuk pasien kedua, menurutnya merupakan rujukan dari RS Boromeus Bandung.

Yang bersangkutan masuk ke RSHS dalam kondisi tidak sadar dan mengalami kejang.

HA sebelumnya diketahui baru pulang dari Singapura pada 22 Januari lalu.

Pada 25 Januari, HA kemudian dilarikan ke RM Borromeus Bandung. Pasien tersebut memiliki riwayat penyakit epilepsi.

“Yang bersangkutan kita observasi karena ada gangguan saluran nafas bawah,” terangnya.

Kendati demikian, dua pasien tersebut belum bisa dikatakan suspect Corona.

Pasalnya, pihaknya masih menunggu hasil uji sample darar dari litbangkes Jakarta.

“Dua pasien tersebut belum bisa dikatakan suspect terjangkit virus Corona karena masih dalam observasi,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya meminta masyarakat agar jangan panik dan tak begitu saja mempercayai pemberitaan di media sosial.

Pihaknya juga tengah melakukan observasi lanjutan untuk memastikan apakah dua pasien tersebut positif virus Corona atau tidak.

Setelah mengirim sample ke Litbaskes Jakarta, dibutuhkan waktu setidaknya 24 jam untuk memastikan positif atau tidak.

“Kalau sudah tidak ada hambatan lain, dalam 24 jam sudah ada fax ke RSHS,” pungkasnya.

(arf/ruh/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...