Dua mantan Ketua MK jadi korban efek Anies Baswedan dan Habib Rizieq

678
Jimly Asshiddiqie dan Presiden Jokowi. Foto Instagram @jimlyas

Pemeriksaan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan acara Habib Rizieq Syihab yang dipersoalkan menimbulkan korban lho. Tak tanggung-tanggung ‘korban’ efek pemeriksaan Anies Baswedan dan ceramah Habib Rizieq itu dua orang mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK). Jadi dua mantan MK malah diskak oleh warganet karena komentari Anies Baswedan dan Habib Rizieq. Gimana ceritanya?

Mantan Ketua MK Hamdan Zoelva merespons pemeriksaan Anies buntut pelanggaran protokol kesehatan dalam acara maulid di Petamburan dan resepsi pernikahan putri Habib Rizieq. Sedangkan mantan Ketua MK pertama, Jimly Asshiddiqie berkomentar soal ceramah Habib Rizieq. Nah komentar kedua pakar hukum itu dicibir, disindir dan diskak warganet dengan pernyataan tendensius lho.

Komentar keduanya dianggap warganet bermanuver, ada maksud. Yang ada di pikiran warganet, satunya sedang cari muka untuk bisa masuk kabinet seiring kabar bakal ada reshuffle kabinet. Satunya lagi berubah sikap apakah karena ditekan rezim?

Korban efek Anies Baswedan Habib Rizieq

Mantan Ketua MK, Hamdan Zoelva
Mantan Ketua MK, Hamdan Zoelva. Foto Instagram @hamdanzoel

Pakar hukum cum Mantan Ketua MK keempat, Hamdan Zoelva sempat menyebutkan pemeriksaan Anies salah pasal, tapi belakangan ia meralat cuitannya.

Hamdan dalam cuitannya merespons soal pasal yang disiapkan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk menjerat pidana pelanggar protokol kesehatan acara Habib Rizieq.

Nah dalam surat undangan klarifikasi untuk Anies, Ditreskrimum Polda Metro Jaya mencantumkan beberapa pasal yaitu Pasal 93 dan Pasal 9 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, menjadi sorotan dalam undangan tersebut.

Pasal 93 mengatur soal pidana bagi pelanggar penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan. Pasal ini menjerat pidana satu tahun bui dan denda maksimal Rp100 juta untuk siapa saja yang tak patuh dan ata menghalangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan yang menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat.

Sedangkan pasal 9 UU Kekarantinaan Kesehatan itu mengatur hak dan kewajiban untuk menaaati ketentuan karantina kesehatan.

Ada dua ayat dalam pasal 9, yaitu ayat pertama, Setiap Orang wajib mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan. Ayat kedua, Setiap Orang berkewajiban ikut serta dalam penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan.

Selain itu surat undangan klarifikasi itu memuat pasal 216 KUHP.

Nah tokoh hukum asal Nusa Tenggara Barat itu dalam cuitannya menganggap Polda Metro salah pasal mengklarifikasi Anies dengan pasal-pasal tersebut di atas. Menurutnya ketentuan pasal karantina kesehatan berbeda kondisinya dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Karantina itu berbeda dengan PSBB. Yang dapat dikenai pidana menurut Pasal 93 UU Kekarantinaan hanyalah pelanggaran atas karantina. “Tindak pidana atas pelanggaran PSBB, tidak diatur dalam UU Kekarantinaan. Pelanggaran tersebut hanya diatur dalam Pergub,” tulis Hamdan Zoelva, Rabu 18 November 2020.

Namun beberapa jam kemudian, Hamdan meralat cuitannya tersebut, da menghapus cuitannya soal salah pasal.

“Koreksi atas tweet sebelumnya. PSBB termasuk kekarantinaan kesehatan. Pelanggaran PSBB masuk unsur Pasal 93. Hanya Pasal 93 adalah delik materil yang harus dibuktikan adanya akibat, yaitu menimbulkan keadaan kedaruratan masyarakat,” tulis dia mengoreksi cuitan sebelumnya.

Perubahan sikap Hamdan dalam hitungan jam itu membuat warganet menduga-duga si pakar hukum itu kena semprit rezim penguasa. Sebab sebelumnya mengatakan salah pasal kok kemudian diralatnya menjadi penggunaan pasal karantina sesuai dengan kondisi PSBB.

“Dimaklumi kok Prof… tidak semua orang bisa menerima tekanan,” tulis akun @azer_yk.

Jimly caper masuk kabinet?

Jimly Asshiddiqie dan Presiden Jokowi
Jimly Asshiddiqie dan Presiden Jokowi. Foto Instagram @jimlyas

Nah korban lainnya soal efek Habib Rizieq adalah mantan Ketua MK, Jimly Asshiddiqie. Dia dicibir dan diskak warganet lho gara-gara mengomentari ceramah Habib Rizieq soal penggal kepala penghina Nabi Muhammad SAW serta rajin komentar soal penindakan pelanggar protokol kesehatan usai acara FPI di Petamburan.

Untuk ceramah video potongan Habib Rizieq soal penggal kepala, Jimly merasa ceramah tersebut mengandung provokasi dan sebaiknya disetop model ceramah dengan materi yang agresif tersebut.

“Ini contoh ceramah yg brsifat mnantang & berisi penuh kbencian & prmusuhan yg bagi aparat psti hrs ditindak. Jika dibiarkan provokasinya bisa mluas & melebar. Hentikan ceramah seperti ini, apalagi atasnamakan dakwah yg msti dg hikmah & mau’zhoh hasanah,” tulis Hamdan di cuitan membalas potongan video Habib Rizieq tersebut.

Berkomentar cenderung miring soal Habib Rizieq ini, Jimly diserang dan diskak warganet.

Ada yang menduga Jimly rajin nge-tweet untuk bisa mendapat perhatian masuk kabinet Jokowi.

Ada pula yang menyindir, Jimly tumben belakangan ini rajin mencuit di Twitter. Malahan ada yang menganalisis dan memergoki Jimly selalu rajin komentar saat isu reshuffle berhembus. Dari sini warganet menduga, Jimly komen untuk manuver bisa masuk kabinet.

Figur oposisi menyoal cuitan Jimly tersebut. Misalnya akun oposisi @DonAdam68 yang menyindir Jimly.

“Gas terus pak, reshuffle makin dekat…,” tulis akun tersebut.

Cuitan Jimly itu juga disindir oleh pentolan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Muhammad Said Didu.

“Setiap isu resufle kabinet, pernyataan professor itu akan kencang menyerang pihak yg berseberangan dg pemerintah,” tulis Said Didu.

Selain itu sindiran Said Sidu juga muncul dalam cuitan lainnya.

“Isu reshufle biasanya memuculkan #cendekiawankanebo.
Cendekiawan yg kotori dirinya utk jadi “pembersih” penguasa,”
 tulis Said Didu.

Warganet lainnya menyindir Jimly dengan mengomentari cuitan dari Said Didu. “Dulu cendekiawan sekarang Cendawan,” tulis akun @ns_irawan.

Sumber Berita / Artikel Asli : Hops

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...