DPR Sebaiknya Serap Aspirasi Seniman Muralis Tembok Suara Hati

190
Mural

Di negara demokrasi Pancasila ini sesungguhnya tidak boleh ada kekuatan golongan yang selalu merasa harus lebih benar dan paling benar. Tak boleh diusik tak boleh dikritik. Kesejukan hanya datang dari teladan pemimpin yang besar hati dan punya sifat kasih sayang yang besar.

Maka manakala ditengah ketidak berdayaan menjalani roda kehidupan normal ditengah pandemi Covid yang terus memerlukan kewaspadaan bersama ini, tidaklah berlebihan bila keluh kesah sebagian perasaan rakyat diwakili kaum muralis yang memang biasanya dekat dengan denyut kehidupan rakyat.

Rasa lapar, rasa keadilan, rasa kehilangan jiwa dan rasa manusiawi lainnya yang bukan menghina atau menghujat pribadi seseorang secara vulgar, kiranya adalah rasa yang sangat naluriah sekali. Disanalah kiranya seniman muralisme menjadi tangan penyampai keluh kesah itu.

Jangan biarkan ada kekerasan yang hanya membuat suasana hati pada tataran rakyat biasa semakin trenyuh, tetapi sebaliknya justru mungkin para pemimpin dapat merubah kekhawatiran dan kesedihan itu menjadi kebahagiaan rakyatnya.

Ditengah kebutuhan atensi semacam itu, barangkali ada baiknya kita bisa berharap kepada Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco yang sejauh ini dikenal ringan langkah dan ringan hati mendengar, menyerap dan mendatangi masalah rakyat mungkin dapat menginisiasi untuk tatap muka dengan para seniman muralis ini.

Memberi simpatik pada kebutuhan perasaan rakyat akan jauh lebih murah ‘ongkos’ nya daripada upaya memberangus rasa yang diexpresikan di dinding dan karena itulah DPR sebaiknya juga bisa serap aspirasi seniman muralis tembok itu…

Adian Radiatus

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here