Disebut Bicara Tanpa Data, Sandi: I’m Really Crazy about Data

328
Sandiaga Uno

Jakarta – Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno tak terima kerap disindir bicara tanpa data. Sandi menegaskan dirinya adalah pribadi yang gila data, sehingga kecil kemungkinan membuat pernyataan ‘bodong’.

“Saya ini pebisnis dulu, I’m crazy about dataI’m really really crazy. Saya punya big data analytics team yang kerjanya menganalisa data. Nggak mungkin saya bicara tanpa data,” kata Sandiaga di kawasan Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (23/10/2018).

Sandi, yang pernah menjadi pengusaha, mengatakan data merupakan hal penting agar usaha bisa berkembang. Dia juga mengungkit datalah yang bisa membuat Jakarta maju.

“Saya bangun bisnis semua pakai data, saya bangun usaha konsultasi, UMKM sukses itu berdasarkan data. Di DKI kemarin semua teman tahu sendiri Jakarta Smart City tiba-tiba jadi referensi untuk segala kebijakan yang kami ambil karena kita semua berdasar data,” terang dia.

Sandi menjabarkan soal lapangan kerja yang masuk level pesimistis juga diutarakan berdasarkan data, termasuk kenaikan harga pangan.

“Dan memang pekerjaan susah, itu terbukti data BI indeks ketersediaan lapangan kerja untuk S1 ke bawah masuk ke level pesimis. Harga-harga naik betul itu diperlihatkan dolar naik, ya harga-harga juga pasti naik,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding menangkap maksud kata Presiden Joko Widodo soal politik kebohongan untuk menyindir oposisi. Karding mengatakan hal tersebut karena menilai oposisi kerap melontarkan pernyataan yang tak berbasis data.

“Politik kebohongan yaitu maksudnya itu pesan buat seluruh kita, politisi, terutama pasangan calon (presiden dan wakil presiden) di sebelah. Jangan suka ‘main’ tanpa data, bicara dengan unsur-unsur kebohongan. Jangan,” ujar Karding setelah menghadiri HUT ke-54 Partai Golkar di JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (21/10).

Ditanyai apakah maksud Jokowi menyindir pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, Karding mengamininya.

“Saya kira iya. Kalau menurut saya, itu ada sindiran lah supaya (politik kebohongan) itu dikurangi, dihilangkan,” kata Karding.

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany menyampaikan hal serupa. Tsamara menilai pihak oposisi kerap mengkritik pemerintah tanpa data.

“Sudah biasa kubu oposisi melakukan itu. Mereka selalu mencoba membangun narasi kosong yang tak berbasis data. Mereka memutarbalikkan fakta hanya untuk meraih kekuasaan. Miris memang,” kata Tsamara kepada detikcom, Sabtu (20/10). detik

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.