Din Syamsuddin: Saya Diutus Presiden ke Sumbar Terkait Polemik Islam Nusantara adalah Fitnah Keji

1743
Din Syamsuddin (kanan) pada acara penunjukan dirinya sebagai Utusan Khusus Presiden dalam bidang dialog dan kerja sama antaragama serta peradaban oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/10/2017).

 Prof Din Syamsuddin mengatakan bahwa ia tidak memiliki agenda ke Sumatera Barat dalam waktu dekat.

Hal itu ia tegaskan terkait beredarnya pesan berantai (broadcast) di media sosial termasuk WhatsApp yang menyebut Din selaku UKP untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban diutus ke Sumbar, menyusul polemik istilah “Islam Nusantara” yang kembali ramai diperdebatkan.

Din yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa tidak ada yang mengutusnya ke Sumbar.

“Bahwa saya diutus ke Sumbar adalah fitnah yang keji dan lebih kejam dari pembunuhan. Saya tidak diutus dan tidak akan diutus oleh siapapun ke sana, dan saya tidak punya agenda ke Sumbar dalam waktu dekat ini,” tegasnya dalam rilis dari Din diterima hidayatullah.com, Rabu (01/08/2018).

Menurutnya, terkait beredarnya pesan bahwa Din diutus ke Sumbar, “Hal itu sengaja dipolitisasi oleh kelompok yang punya kepentingan politik tertentu.”

Soal “Islam Nusantara”, ia menjelaskan, “Sikap dan pandangan saya tentang bagaimana menyikapi Islam Nusantara oleh NU adalah dalam konteks ukhuwah sesuai dengan Etika Ukhuwah Islamiyah yang sudah disepakati oleh Dewan Pertimbangan MUI.”

“Silakan umat mau menerima atau tidak menerimanya, tapi jangan dipolitisasi,” pungkasnya.*

Sumber : Hidayatullah.com

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here