Dianggap Hina Prabowo, Jokowi Dilapor ke Bawaslu, Begini Reaksi PDIP

331
Jokowi-Prabowo usai acara debat capres perdana, di Jakarta, Kamis (17/1) malam (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

JAKARTA – Pertanyaan Joko Widodo kepada Prabowo Subianto pada debat capres – cawapres 2019 edisi perdana, berbuntut masalah. Jokowi dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) karena dianggap menghina Prabowo.

Menanggapi hal tersebut, ‎Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kritiyanto mengaku siap turun tangan membela Jokowi.

“Kami siap menjadi pembela Pak Jokowi. Barisan-barisan PDIP siap membela Pak Jokowi,” ujar Hasto saat ditemui di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (26/1).

Menurut Hasto, yang dilakukan oleh Jokowi hanyalah mempertanyakan komitmen dari Prabowo Subianto soal pemberantasan korupsi.

Pasalnya, Jokowi kala itu menanyakan kenapa Partai Gerindra masih mencalonkan caleg yang pernah terngsangkut kasus korupsi. Padahal seluruh ketua umum dan sekretaris jenderal partai telah mendatangani pakta integritas kepada KPU untuk tidak mencalonkan eks narapidana kasus korupsi.

“Kalau di PDIP itukan clear. Maka Pak Jokowi menanyakan itu (ke Prabowo). Tak ada tujuannya untuk merendahkan. Itu fakta atau bukan? Itu yang kita lihat,” katanya.

Tim Advokat Milenial Peduli Pemilu, Muhajir mengatakan Jokowi telah menghina Prabowo Subianto dalam debat pertama pilpres yang digelar. Sehingga Muhajir melaporkan Jokowi ke Bawaslu.

Saat itu, Jokowi menyebut Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra menandatangani berkas pencalonan caleg, termasuk caleg yang berstatus mantan narapidana korupsi.‎ Padahal, kenyataannya, Prabowo tidak menandatangani berkas tersebut.

Muhajir menjelaskan, Prabowo tidak menandatangani berkas pencalonan caleg yang memuat mantan narapidana korupsi. Sebab, caleg eks koruptor hanya ada di tingkat pencalonan DPRD provinsi dan kabupaten/kota.

(jpg/fat/pojoksatu)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here