DI MASA TENANG, Satu Karung Surat Suara Dibuang di Jembatan, Ditemukan Warga Ramai-ramai

590

Satu karung surat suara dari Tanah Datar, Sumatera Barat, ditemukan di sebuah jembatan di Kampar, Riau. Jumlah pasti masih dihitung petugas Bawaslu Riau.

SATU karung besar berisi surat suara Pemilu 2019 ditemukan di bawah jembatan di Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Riau.

Kini, surat suara dibuang di jembatan tersebut diamankan di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kampar.

Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan saat dihubungi Kompas.com membenarkan temuan surat suara tersebut.

“Ya, ditemukan satu koli surat suara di Kecamatan Salo, Kampar. Tapi kami belum tahu berapa jumlahnya, karena belum dihitung,” ujar Rusidi, , Minggu (14/4/2019).

Rusidi Rusdan juga mengatakan, belum mengetahui dari mana asal surat suara tersebut.

Hanya saja, satu karung surat suara itu sudah diamankan warga di atas jembatan.

Berdasarkan informasi dari anggota Bawaslu Kabupaten Kampar Murhaliman, satu karung surat suara itu adalah surat suara tambahan untuk Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar).

“Suara ini adalah surat suara anggota DPD RI, DPR Dapil Sumatera Barat 1,” sebut Rusidi.

Untuk itu, Bawaslu Riau telah koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau terkait temuan surat suara tersebut.

Rusidi Rusdan menjelaskan, temuan surat suara ini berawal dari laporan Panwascam Salo sekitar pukul 10.15 WIB, Minggu.

Anggota Bawaslu Kabupaten Kampar langsung menuju ke lokasi.

“Saat di lokasi, masyarakat sudah ramai dan anggota Bawaslu Kampar menemukan surat suara ini sudah berada di atas jembatan dan berada dalam koli,” kata Rusidi.

Menurut laporan Panwascam Salo, Kampar, Riau, surat suara ini diangkat dari bawah jembatan oleh masyarakat setempat yang saat itu tengah melaksanakan gotong royong.

Selanjutnya, surat suara diamankan ke Bawaslu Kabupaten Kampar.

“Namun, kami belum tahu siapa orang yang pertama kali menemukan surat suara ini,” ujar Rusidi.

Oleh karena itu, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Polres Kampar untuk mengetahui kronologi awal temuan surat suara tersebut.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kuala Lumpur, Yaza Azzahara Ulyana, menjelaskan kronologi penemuan surat suara pemilu yang tercoblos di Selangor, Malaysia.

Peristiwa ini bermula saat Yaza menerima aduan dari seorang relawan sekber satgas Badan Pemenangan Nasional PADI (Prabowo-Sandi) Malaysia bernama Parlaungan, Kamis (11/4/2019) pukul 12.48.

Lewat WhatsApp, Yaza menerima informasi adanya dugaan penyeludupan surat suara yang dilakukan oleh oknum tertentu.

“Mendengar laporan tersebut, saya bersama seorang anggota Panwaslu Kuala Lumpur bernama Rizki Israeni Nur menuju ke lokasi,” kata Yaza dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/4/2019).

Dia pun menuturkan secara runit berdasarkan waktu soal penemuan surat suara tercoblos ini. Pukul 13.00 Yaza dan Rizki tiba di lokasi yang beralamat di Taman Universiti Sungai Tangkas Bangi 43000 Kajang, Selangor.

Tempat tersebut merupakan sebuah toko yang sudah dipenuhi dengan surat suara yang berada di dalam tas sebanyak kurang lebih 20 buah, 10 kantong plastik hitam dan kurang lebih 5 karung goni berwarna putih dengan tulisan Pos Malaysia.

Diperkirakan, jumlah surat suara yang berada di lokasi itu berjumlah 10.000-20.000 lembar, sama dengan jumlah surat suara yang ditemukan di lokasi kedua.

“Berdasarkan sampel yang dibuka di lokasi semua surat suara telah dicoblos pada paslon 01. Untuk surat suara legislatif sudah dicoblos Partai Nasdem dengan caleg Nasdem DPR RI nomor urut 3,” ujar Yaza.

Pukul 13.30

Sebanyak 6 orang polisi Malaysia datang ke lokasi dan meminta keterangan dari beberapa saksi yang berada di lokasi tersebut.

Kepolisian selanjutnya merekomendasikan pada pihak kedutaan besar mengambil seluruh surat suara.

Pukul 14.20

Pihak polisi memasang garis polisi di kawasan tersebut.

Pukul 14.30

Panwaslu Kuala Lumpur menerima informasi tambahan dari anggota satgas BPN PADI menemukan lokasi lain yang menjadi gudang penyimpanan surat suara.

Lokasi tersebut berada di sebuah rumah di kawasan Bandar Baru Bangi, Selangor yang jaraknya sekitar kurang lebih 15 menit dari lokasi pertama.

“Panwaslu Kuala Lumpur belum pergi ke lokasi berkenaan karena langsung menuju ke kantor polisi sekitar,” kata Yaza.

Pukul 15.00

Panwaslu Kuala Lumpur bertolak ke kantor polisi Sungai Tangkas untuk membuat laporan kepolisian terkait dugaan pelanggaran pemilu ini.

Saat ini, laporan sudah diterima oleh pihak kepolisian Sungai Tangkas dan sedang dalam tahap pemeriksaan.

Pukul 17.00

Panwaslu Kuala Lumpur tiba di lokasi kedua tempat penyimpanan surat suara.

Di lokasi ini ditemukan 158 karung dengan bobot surat suara sebanyak 216-230 per karungnya.

Surat suara yang dicoblos di lokasi ini yaitu capres 01 dan caleg nomor urut 2 Dapil DKI Jakarta 2 Partai Nasdem.

Terdapat juga beberapa lembar surat suara tercoblos caleg Partai Demokrat nomor urut 3.

“Jumlah keseluruhan surat suara di dua lokasi berjumlah 40.000-50.000 surat suara,” kata Yaza. tribunnews

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...