Di Istana Bogor, AHY Tolak Sikap Prabowo-Sandi Tak Akui Hasil Hitung Suara KPU

1582

BOGOR – Calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto secara terbuka menolak hasil perhitungan yang akan dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada tanggal 22 Mei 2019 mendatang.

Anehnya, penolakan tersebut hanya dilakukan untuk pemilihan presiden, sedangkan untuk pilegnya tidak.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengatakan sejak awal partai Demokrat untuk memberikan ruang kepada proses secara resmi yang dilakukan oleh KPU RI.

“Kita harus hormati itu, tetapi dengan catatan, kita semua sebagai warga negara sebagai pemilik suara memiliki hak termasuk kewajiban untuk mengawasi proses perhitungan tersebut,” katanya kepada wartawan seusai menghadiri acara Silaturahmi Bogor Untuk Nasional Bersama 8 Kepala Daerah dan 2 Tokoh di Gedung Mesuem Kepresidenan, Balaikirti, Istana Bogor, Rabu (15/05/2019).

AHY mengungkapkan jika ada kejanggalan, kesalahan termasuk kecurangan maka laporkan saja.

“Maka kita harus adukan itu semua menggunakan cara-cara yang konstitusional. Ada jalur hukum yang tersedia dan ini tentunya berlaku untuk semuanya,” ungkapnya.

AHY juga menjelaskan bahwa pemilu tidak ada yang sederhana selalu hadir dengan berbagai dinamika dan permasalahannya.

“Ada yang enggak terima hasilnya, apapun referensinya, Quick Count, Real Count dan lain sebagainya. Tetapi sejatinya tetap memberikan ruang. Masih ada waktu sampai tanggal 22 Mei nanti, mudah-mudahan proses rekapitulasi suara ini berjalan dengan baik, terbuka, Tranparan, akuntabel, jujur dan demokratis,” tegasnya.

Sehingga, lanjut AHY, jika nanti keluar hasilnya semuanya harus terima dengan baik.

“Kalaupun masih ada yang belum sepakat masih ada ruang juga yaitu melalui gugatan kepada MK dengan menyertakan bukti-bukti, yang juga memperkuat gugatan itu” pungkasnya.

(adi/pojokbogor)

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here