Detik Detik Anggota TKN dan BPN Adu Mulut dan Saling Tunjuk saat Debat soal Hasil Survei

1017

Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Deddy Sitorus terlibat adu mulut dengan Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Arie Mufti saat berdiskusi soal hasil survei kedua paslon.

Diberitakan TribunWow.com, hal tersebut tampak dari acara Special Report iNews, Rabu (20/3/2019) malam.

Awalnya, Arie Mufti memberikan tanggapan terkait adanya survei yang menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf di bawah 50 persen.

Arie menjelaskan, survei itu memotret, bukan mengambil gambar bergerak.

Karenanya, terang Arie, ketika sebuah survei memotret, maka momentum sesudahnya akan selalu menentukan dinamika sampai masa pencoblosan pada 17 April mendatang.

Arie pun menyebutkan, pihaknya akan memanfaatkan momentum-momentum pasca potret survei ditampilkan, yaitu dengan melakukan kampanye terbuka.

“Kita diberkahi selama kampanye selalu dipenuhi oleh publik yang tidak dibayar. Selama kampanye kami tidak pernah mengongkosi masa. Selama kampanye bahkan tidak pernah menggunakan mobilisasi aparat,” kata Arie.

“Selama kampanye kita tidak pernah memaksa siapa-siapa, aparat desa, ataupun organ-organ yang mungkin seharusnya tidak boleh ikut di dalam pilpres ini untuk turut bermain,” sambung dia.

“Ini serius. Apa yang Anda ucapkan itu kejahatan pemilu bung,” Deddy menanggapi.

“Saya belum selesai bicara, Anda sebaiknya jangan bicara sebelum saya selesai,” Arie menanggapi dengan nada tinggi.

Agar keduanya tak terus berdebat, pembawa acara lantas meminta Arie melanjutkan pemaparannya.

Arie menjelaskan, dirinya tidak sedang membicarakan orang lain.

“Cuma ada dua di sini paslon,” potong Deddy lagi.

“Kan orde baru dulu begitu,” terang Arie.

“Artinya yang lain iya. Kan begitu konsekuensi pernyataan Anda. Ketika Anda bilang Anda tidak, berarti yang lain iya,” kata Deddy lagi.

“Saya ingin selesaikan statement saya,” pinta Arie tegas, tak menanggapi Deddy.

Deddy pun mempersilakannya.

Arie mengulang pernyataan sebelumnya.

Menanggapi itu, Deddy menilai ucapan Arie itu sebagai fitnah, namun Arie berusaha untuk tak menanggapinya.

“Kami harapkan ini akan menjadi tren yang terus positif sehingga di kampanye terbuka kita bisa menuai jumlah potensi suara yang lebih baik, terutama dari undecided maupun swing voters,” papar Arie.

Arie lantas menyinggung soal debat cawapres.

Arie menyebutkan bahwa pihaknya benar-benar berpikir dan akan merealisasikan program yang disampaikan Sandiaga.

Arie juga menyebutkan, pihaknya akan melakukan kampanye yang rasional, tanpa tekanan politik, fitnah, sigma, labeling, dan fitnah.

Deddy pun mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya.

Deddy menyebutkan, kubu BPN memiliki kebiasaan selalu mengucapkan fitnah, serangan keji, tanpa fakta dan data.

“Bukan satu kali saja Pak Prabowo dan Sandi menyatakan fitnah. Mereka mengatakan rakyat Indonesia susah 99 persen hidup sangat susah, angka literasi 50 persen padahal 5,6 persen, angka kemiskinan, semua dimanipulasi,” ungkap Deddy.

Emosi, Arie menegaskan bahwa tidak ada manipulasi seperti yang disampaikan Deddy itu.

“Diam dulu dong saya ngomong. Tadi saya diam,” tegas Deddy.

“Tadi Anda boleh motong,” kata Arie.

Tampak keduanya berbicara dengan nada tinggi, bahkan saling tunjuk.

Pembawa acara yang duduk di tengah mereka meminta keduanya saling memberi waktu untuk bicara.

Namun, pembawa acara tak dihiraukan mereka.

Arie dan Deddy saling klaim bahwa apa yang disampaikan lawan debatnya itu tidaklah benar.

“Anda tadi ngomong menggunakan aparat, mana buktinya?” tantang Deddy.

“Saya nggak pernah bilang Anda menggunakan aparat. Kapan saya bilang? balas Arie dengan nada tinggi sambil menunjuk Deddy.

“Cuma dua calon di sini. Kalau Anda bilang Anda tidak, berarti kami,” kata Deddy.

“Kapan saya bilang? Kapan saya bilang?” Arie menantang.

“Anda bisa menangkap nggak yang saya katakan?” tanya Deddy.

“Anda memfitnah! Kapan saya bilang Anda menggunakan aparat?” tegas Arie.

“Dengar saya ngomong!” Deddy tak mau kalah.

“Dengar saya ngomong!” Arie juga tak mau kalah.

Melihat kedua narsumnya terus berdebat, pembawa acara kembali menengahi.

Ia meminta Arie untuk berbicara.

Meski sempat diam, Arie kembali menjawab dengan nada tinggi saat Deddy merasa apa yang disampaikan Arie sebelumnya adalah mengenai kubu 01.

“Jangan baper. Anda baper namanya itu,” kata Arie.

“Anda yang baper. Makanya diam dulu. Saya ngomong, nanti Anda tanggapin,” pinta Deddy tegas.

“Ya jangan ngomong Anda-Anda ke saya,” ujar Arie.

Deddy lantas bertanya soal bagaimana ia harus menyebut Arie jika tak boleh menyebut kata Anda.

“Saudara, puas?” kata Deddy mengalah.

“Kalau ada dua calon, saya bilang kami ini suci bersih, implikasi pernyataan itu yang sini jorok,” Deddy kembali menjelaskan.

Belum selesai, Arie kembali memotong, “jangan baper!”

“Anda sesuka hati ngomong tapi tidak mau ditanggapi. Jadi sudahlah dengan seluruh hoaks,” kata Deddy.

“Anda jangan cemas melihat survei itu,” ujar Arie lagi.

Kembali mulai berdebat, pembawa acara lagi-lagi meminta Arie untuk berbicara terlebih dulu.

Arie pun mengizinkannya.

“Tapi jangan ngomong Anda-Anda lagi ya,” kata Arie.

“Ya saudara lah,” ujar Deddy.

“Jangan ngomong saudara ke saya. jangan sebut-sebut saya saudara,” tegas Arie.

Bukannya kembali melanjutkan pemaparannya, Deddy justru menanggapi Arie hingga keduanya kembali adu mulu.

Untuk kesekian kalinya, pembawa acara meminta kembali agar Deddy melanjutkan pemaparannya.

“Jujur saja ngomong. Tadi yang disampaikan itu semua fitnah,” kata Deddy baru mau memulai pemaparannya.

“Jangan baper! Kamu jangan tuduh saya fitnah,” potong Arie, menantang Deddy.

Ia menunjuk Deddy, bahkan seolah siap untuk adu jotos.

“Sebentar, sebentar, sebentar. Saya tahan dulu, saya tahan dulu,” pinta pembawa acara itu, sambil menyentuh tangan Arie yang emosi.

Tapi keduanya lagi-lagi tak menghiraukan pernyataan pembawa acara itu.

Setelah sang pembawa acara kembali menengahi, Arie yang sedari tadi tak mau diam pun memalihkan pandangannya dan membiarkan Deddy melanjutkan pemaparannya itu.

Simak videonya selengkapnya:

tribunnews

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...