Denny urai siapa Luhut sebenarnya bagi Jokowi, wajar ketergantungan

649
Luhut Binsar Pandjaitan.

Sosok Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memang dicap sebagai salah satu menteri paling kontroversial di kabinet Presiden Jokowi. Bagaimana tidak, namanya acap disorot oleh berbagai pihak karena seolah paling berkuasa di republik ini.

Padahal di satu sisi, Luhut tak lain adalah salah satu pembantu Jokowi dalam pemerintahan. Terkait hal ini, pegiat media sosial Denny Siregar mengurai sepak terjang Luhut Binsar Pandjaitan.

Menurut Denny, Luhut adalah orang yang sangat disayang oleh presiden. Tak lain karena kepercayaannya menjalankan tugas. Bagaimana tidak, setiap tugas apapun yang diberikan dari Presiden, kemudian mampu diterjemahkan dengan baik olehnya.

Bukan orang baru

Denny kemudian mengatakan, sosok Luhut bukan orang baru bagi Presiden. Sebab mereka sudah saling mengenal belasan tahun lalu. Ketika itu Luhut masuk menjadi pemilik saham minoritas di perusahaan mebel Jokowi, PT Rakabu Sejahtera.

“Di sanalah jalinan perkawanan mereka dimulai dan akhirnya saling mengenal masing-masing. Dan berlanjut waktu Pilgub DKI, Luhut lah seorang yang berjasa membangun jalan Jokowi ke puncak, bahkan sampai dia menjadi presiden,” kata Denny Siregar dalam saluran Youtube Cokro TV, disitat Selasa 29 September 2020

Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan. Foto Instagram @luhut.pandjaitan

Jika dilihat rekam jejaknya, Luhut bisa dibilang menjadi salah satu menteri yang paling loyal terhadap mantan Gubernur DKI itu. Dia, kata Denny, juga sekaligus menjadi bumper Jokowi saat berhadapan dengan dinosaurus-dinosaurus politik yang menguasai lapangan.

Di dunia politik, Luhut terbilang punya pengalaman menarik. Dia pernah menjadi Duta Besar untuk Singapura, di masa Presiden BJ Habibie. Tugas khususnya kala itu, membangun kembali hubungan Indonesia-Singapura yang memanas.

Itu terjadi usai Habibie menyebut Singapura sebagai titik merah kecil.

“Luhut juga pernah menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan di masa Pemerintahan Gus Dur.”

Menteri segala urusan

Dengan berbagai macam pengalaman yang dikuasai, Jokowi kemudian mempercayakan tugas berat padanya waktu pertama kali menjabat presiden, yakni Kepala Staf Presiden.

Mengapa disebut tugas berat, karena ketika itu dia harus menyatukan, mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan banyak hal mulai dari menteri sampai petinggi partai politik. Ini dianggap pas baginya karena Luhut dikenal piawai dalam hal negosiasi dan lobi-lobi.

Ketika RI memanas, Luhut kemudian diminta Jokowi untuk menjabat sebagai Menkopolhukam. Tugasnya, mengkoordinasi, BIN, TNI, dan Polri. Dia kemudian diberikan tugas berat lainnya oleh Jokowi, yakni menjaga maritim dan investasi.

Presiden Jokowi berpidato di PBB. Foto Ist via SuaraSurabaya.
Presiden Jokowi berpidato di PBB. Foto Ist via SuaraSurabaya.

“Posisi menko bukan posisi mudah, posisi kerja sangat luas, enam kementerian di bawahnya.

Selain itu, dia juga punya tugas berat untuk mendatangkan investasi dari luar. Dan itu cuma bisa dilakukan oleh orang yang punya manajemen luar biasa,” kata Denny lagi.

Atas hal itulah, wajar jika kemudian Presiden banyak mempercayakan Luhut untuk mengisi pos-pos strategis di pemerintahannya. Karena kepiawaiannya menyelesaikan masalah, dan rajin kerja.

“Kemampuan manajemen dia sudah teruji ketika dia ada di ketentaraan. Bayangkan, lulusan akademi militer terbaik tahun 1970. Dia juga sukses membesarkan perusahaan-perusahaanya, sehingga menjadi perusahaan multinasional,” kata Denny lagi.

Jokowi tergantung ke Luhut

Dari semua jejak kesuksesan Luhut di mata presiden, orang nomor satu di negeri ini kemudian mempercayakan kesemrawutan penanganan pandemi padananya. Tak tanggung-tanggung, Luhut diminta untuk mengatasi sembilan provinsi.

Semua, kata Denny, kemudian dijalankan Luhut tanpa banyak bertanya, dan sibuk mencari panggung politik.

Pegiat media sosial Denny Siregar. Foto: Suara.
Pegiat media sosial Denny Siregar. Foto: Suara.

“Dan inilah yang kemudian membuat Jokowi suka, dan ketergantungan dengannya. Karena rajin kerja, dan menemukan orang yang tepat untuk menyamakan visi dan misinya menjalankan negara,” kata Denny.

“Bayangkan, walau bukan ahli virus tetapi dengan modal kemampuan manajemen, dan itulah yang dia lakukan. Intinya kalau Jokowi ada masalah pasti panggil LBP, urusan beres semua.”

“Dan artinya, Luhut itu benteng besar yang mesti dijatuhkan lebih dahulu sebelum jatuhkan Jokowi,” kata Denny lagi.

Sumber Berita / Artikel Asli : Hops

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...