Denny Siregar: Kok Kerusuhan Rasial di Solo Selalu Dikaitkan ke Jokowi?

181
Denny Siregar

JAKARTA – Aksi penyerangan berujung penganiayaan yang dilakukan kelompok Laskar di Solo mendapat kecaman dari banyak
pihak.

Aksi penyerangan berujung penganiayaan itu dilakukan di kediaman almarhum Habib Segaf Al-Jufri pada Sabtu (8/8) malam kemarin.

Itu setelah tuan rumah menggelar acara midodareni (doa malam sebelum akad nikah) keluarga almarhum Habib Segaf Al-Jufri.

Pegiat media sosial Denny Siregar pun ikut mengomentari aksi penyerangan kelompok laskar itu.

Melalui akun Twitter pribadinya, Denny mengaku heran kerusuhan rasial itu dikait-kaitkan dengan Presiden Joko Widodo.

“Yang saya heran itu masalah kerusuhan rasial di Solo, kok selalu dikaitkan ke @jokowi ya?” cuitnya, Minggu (9/8/2020).

Semestinya, kata Denny, hal ini dipertanyakan kepada kepala daerah setempat.

Entah itu Wali Kota Solo atau Gubernur Jawa Tengah.

“Kan di sana ada walikotanya. Tanya dong walikotanya. Atau tanya Gubernur Jateng @ganjarpranowo lah setidaknya,” sambungnya.

Denny pun menyesalkan pihak-pihak yang selalu menimpakan segala permasalahan kepada Presiden Jokowi.

“Kalau daerah prestasi yang dipuji Pemdanya, kalau masalah yang dicaci Presidennya,” kata Denny Siregar.

Untuk diketahui, video penyerangan itu sendiri sudah ramai beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, kelompok laskar memaksa pemilik hajat membubarkan acara adat midodareni yang tengah berlangsung di dalam rumah.

Kelompok yang mengenakan penutup kepala itu curiga tuan rumah menyelenggarakan acara keagamaan yang sesat.

Kelompok itu juga berteriak-teriak “Allahuakbar, Bubar, Kafir”.

Bahkan ada yang mengatakan “Syiah bukan Islam, Syiah musuh Islam, darah kalian halal, Bunuh” dan lain sebagainya.

Selain melakukan penyerangan, gerombolan itu juga melakukan pengerusakan sejumlah mobil.

Tak hanya itu, kelompok laskar juga melakukan penganiyaan kepada sejumlah anggota keluarga almarhum Habib Segaf Al-Jufri.

Dalam video yang beredar, tampak keluarga pemilik hajat berusaha melewati hadangan kelompok laskar.

Akan tetapi, ia kemudian dijatuhkan dan langsung dipukuli beramai-ramai.

Kapolresta Solo Kombes Andi Rifai melalui Kapolsek Pasar Kliwon Iptu Adhis Dhani membenarkan peristiwa tersebut.

“Memang benar ada insiden tersebut, tapi tidak itu yang dibakar-bakarnya,” jelas Adhis, Minggu (9/8/2020).

Menurutnya acara tersebut adalah acara keluarga biasa, bukan acara keagamaan.

Ia menjelaskan, pemilik rumah mengadakan acara kumpul keluarga, sebab akan menggelar acara pernikahan anaknya.

Keluarga mengundang keluarga untuk datang dalam acara makan-makan dan doa bersama jelang akad nikah.

Namun dari kelompok laskar menilai kegiatan adalah kegiatan kelompok Syiah.

“Padahal itu acara manten (pernikahan) mau berdoa bersama keluarga besok pagi gelar akad nikah,” lanjutnya.

Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani kepolisian untuk melakuan pendalaman pelaku dan motifnya.

“Saat ini masih dalam pengembangan penyelidikan,” tandasnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : pojoksatu

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...