Dengan Berat Hati Jokowi Perpanjang PPKM Level 4 Sampai 9 Agustus 2021

385
Jokowi

Dengan berat hati Jokowi perpanjang PPKM Level 4 sampai 9 Agustus 2021. Pemerintah melalui Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sampai 9 Agustus 2021. Keputusan tersebut berlaku bagi daerah yang menerapkan PPKM level 4.

“Pemerintah memutuskan melanjutkan penerapan PPKM level 4 dari tanggal 3 sampai 9 Agustus di beberapa kabupaten dan kota tertentu,” terang Presiden Joko Widodo (Jokowi) seperti disiarkan langsung di kanal YouTtube Sekretariat Presiden, Senin 2 Agustus 2021.

Berdasarkan informasi yang didapatkan wartawan, hari ini Preiden Jokowi menggelar rapat terbatas (ratatas).

Setidaknya, mengemuka dua usulan yaitu pertama terkait masa perpanjangan PPKM level 4. Usulan kedua terkait penyesuaian daerah yang menerapkan PPKM level 3 dan 4.

Seperti diketahui, dalam siaran persnya itu, Presiden Jokowi yang telah memperpanjang PPKM Level 4 menyatakan pilihan masyarakat dan pemerintah sama. Ada dua pilihan yang harus dipertimbangkan.

“Pilihan masyarakat dan pemerintah adalah sama, yaitu antara menghadapi ancaman keselamatan jiwa akibat Covid-19 dan menghadapi ancaman ekonomi, kehilangan mata pencaharian dan pekerjaan,” imbuh Jokowi.

Menurutnya, dua pilihan itu, baik keselamatan jiwa dan keselamatan ekonomi, dihadapi dengan strategi ‘gas dan rem’. Strateginya tidak monoton lantaran dinamika pandemi Covid-19 tidak selalu sama.

“Untuk itu, gas dan rem harus dilakukan secara dinamis sesuai perkembangan penyebaran Covid-19 di hari-hari terakhir,” jelas Jokowi.

Adapun derajat pembatasan dalam PPKM diterapkan sesuai kondisi per daerah, dan sesuai data pandemi.

“Baik untuk kesehatan maupun perekonomian,” tegas Jokowi.

“Dalam situasi apapun, kedisiplinan melaksanakan protokol kesehatan adalah kunci bagi kesehatan dan mata pencaharian masyarakat,” sambungnya.

Ia merincikan, tiga pilar utama yang menjadi tumpuan kebijakan pemerintah menangani pandemi Covid-19 adalah sebagai berikut:

Pertama, kecepatan vaksinasi terutama pada wilayah-wilayah yang pusat mobilitas dan kegiatan ekonomi. Kedua, penerapan 3M yang masif di seluruh komonen masyarakat. Ketiga, kegiatan testing, tracing, isolasi, dan treatment secara masif, termasuk menjaga BOR atau bed occupancy ratio, penambahan fasilitas isolasi terpusat, serta menjamin ketersediaan obat dan pasokan oksigen.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here