Demo RUU KUHP, Polisi Amankan 570 Pelajar, Termasuk Anak STM

138

JAKARTA – Ratusan pelajar yang ikut aksi unjuk rasa menolak UU KPK, RUU KUHP dan RUU kontroversial lainnya terlibat bentrok dengan aparat, Rabu (25/9/2019). Tercatat, ada 570 pelajar yang sebagian besar anak STM diamankan polisi akibat kerusuhan itu. Termasuk pelajar SMA dan SMP.

Bentrok antara pelajar dan pihak kepolisian terjadi di sekitar komplek DPR RI Senayan, Jakarta. Satu per satu pelajar yang terlibat aksi diamankan polisi.

“Iya betul (yang diamankan sekitar 570 pelajar),” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, Rabu (25/9), dikutip Pojoksatu.id dari Jawapos.com.

Hingga Rabu malam, sebagian besar pelajar ini masih menjalani pemeriksaan penyidik Polda Metro Jaya. Sedangkan beberapa lainnya sudah dijemput oleh orang tuanya. “(Pelajar sudah) didata. Kemudian dijemput orang tuanya,” tegas Argo.

Sebelumnya, Kerusuhan kembali pecah di area belakang Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (25/9).
Massa berseragam SMA dan pramuka itu mulanya berunjuk rasa di sekitar perlintasan kereta api dekat stasiun Palmerah tak jauh dari kompleks DPR/MPR. Mereka ikut menolak RUU KUHP dan rancangan undang-undang lainnya yang dinilai kontroversial.

Situasi pecah saat salah satu oknum pelajar melempar batu ke arah polisi dan langsung membakar motor sebagai ungkapan kekesalan. Tak hanya itu, mereka pun mengarahkan petasan ke arah barikade polisi.

Polisi pun membalas serangan tersebut dengan menembakkan water canon untuk memukul mundur massa. Namun, karena tak dihiraukan, polisi akhirnya melepaskan tembakan gas air mata.

(fat/pojoksatu)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here