Demo Berakhir Ricuh, Pemimpin Hong Kong Ditanya Kapan Mati hingga Apa Punya Hati Nurani?

106
Pemimpin Hong Kong Carrie Lam

Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, kembali tampil di hadapan publik, pada Selasa (13/8/2019), menyusul akhir pekan yang diwarnai unjuk rasa dan bentrokan.

Lam hadir dalam konferensi pers untuk menyampaikan pernyataan singkat pascakekerasan yang terus meningkat antara pengunjuk rasa pro-demonstrasi dengan aparat keamanan di kota semi-otonom itu.

Namun tak lama setelah dapat menyampaikan pernyataannya, Lam langsung mendapat “serangan” pertanyaan dari awak media, mulai dari pertanyaan biasa hingga yang menyudutkannya.

“Kapan Anda akan menerima tanggung jawab politik untuk mengakhiri ketakutan warga? Kapan Anda akan bersedia mundur? Kapan Anda akan memerintahkan polisi untuk berhenti?” tanya seorang reporter dari penyiar publik Hong Kong, RTHK.

Belum sempat Lam menjawab pertanyaan tersebut, reporter itu kembali menambahkan pernyataannya.

“Anda sebelumnya meminta saya untuk menjalankan pekerjaaan saya secara serius, jadi tolong jawab pertanyaan saya juga dengan serius,” ujar reporter tersebut.

Pertanyaan lain yang datang dari wartawan lainnya lebih mengejutkan di saat Lam mendadak meninggalkan podium.

“Apakah Anda memiliki hati nurani?” teriak seorang jurnalis.

“Nyonya Lam, banyak warga bertanya, kapan Anda akan mati?” tanya wartawan lainnya.

Di bawah prinsip “satu negara, dua sistem”, media di Hong Kong mendapat kebebasan dalam menyampaikan laporannya, sesuatu yang tidak dapat dirasakan oleh rekan-rekan seprofesi mereka di China daratan, di mana media kerap mendapat sensor keras dari pemerintah pusat.

Hal tersebut termasuk saat mengajukan pertanyaan saat konferensi pers, sehingga dapat menghadirkan keterwakilan politik yang lebih luas, mulai dari pro-Beijing hingga yang mendukung kemerdekaan.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah Hong Kong telah memberikan peringatan jika aksi unjuk rasa yang sudah terjadi selama dua bulan terakhir tidak menemukan solusi akhir.

Dalam konferensi pers, Lam menyatakan kekerasan tidak peduli seperti apa bentuknya, bakal menjerumuskan masyarakat ke situasi yang berbahaya dan mengerikan.

“Situasi Hong Kong dalam sepekan terakhir telah membuat khawatir bahwa saat ini, kami sudah mencapai level yang dimaksud,” ucap Lam dilansir AFP Selasa (13/8/2019).

“Sekali lagi saya meminta kepada semua orang untuk mengesampingkan perbedaan dan tenang. Saya meminta waktu untuk berpikir jernih. Apakah kalian hendak membawa Hong Kong ke jurang?” tanyanya.

Hong Kong kembali mengalami kekerasan dalam bentrokan yang terjadi di sejumlah titik, melibatkan pengunjuk rasa dengan aparat keamanan, selama akhir pekan lalu.

Tak hanya di jalanan, aksi juga digelar di Bandara Internasional Hong Kong, pada Senin (12/8/2019), yang melihat hingga 5.000 orang memenuhi aula kedatangan.

Pihak otoritas bandara akhirnya memutuskan untuk menghentikan operasional bandara dan membatalkan jadwal keberangkatan dan kedatangan pada Senin sore.

Situasi bandara telah berangsur normal pada Selasa (13/8/2019) pagi, dengan sejumlah penerbangan dan kedatangan dapat berjalan sesuai jadwal. (Kompas.com/Agni Vidya Perdana)

.tribunnews

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here