Demi Abu Bakar Ba’asyir, Keluarga Rela Dikepung Polisi

360
Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir tiba di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Kamis (1/3/2018). Abu Bakar Ba'asyir mendatangi RSCM untuk melakukan kontrol kesehatan atas sakit yang dideritanya. Pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu berobat ke RSCM usai diizinkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM.FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

JAKARTA – Rencana pemindahan dari Lapas Gunung Sindur ke lapas Rutan Kelas I-A Surakarta ditolak tegas pihak keluarga Abu Bakar Ba’asyir.

Pasalnya, kondisi kesehatan Ba’asyir saat ini semakin hari semakin melemah.

Satu-satunya permintaan keluarga adalah agar pimpinan Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Solo, Jawa Tengah itu bisa menjalani tahanan rumah.

Sebagai konsekuensianya, pihak keluarga pun tak mempermasalahkan jika rumah Ba’asyir di kawasan ponpes dikepung polisi.

Demikian diungkapkan juru bicara keluarga Ba’asyir, Abdul Rachim Ba’asyir kepada PojokSatu.id melalui sambungan telepon, Kamis (8/3/2018).

“Kalau rumah kita memang mau dijaga polisi, kita juga ndak masalah dan kami juga siap,” katanya.

Menurutnya, tawaran pemerintah dengan pemindahan lapas sama sekali tak akan menjadi solusi.

“Kita tolak jika dipindah LP. Karena itu tidak menjadi solusi untuk permasalahan beliau. Orang sudah tua, butuh perawatan dan itu bisa dilakukan dirumah,” tuturnya.

Saat ini, bebernya, kesehatan Ba’asyir semakin melemah. Terlebih ada pembengkakan pada bagian kakinya.

Hal itu disebabkan pembuluh darah vena dalam kedua tungkai kaki Ba’asyir sehingga tidak bisa memompa darah ke bagian atas tubuh.

Untuk mengatasi hal itu, katanya, Ba’asyir saat ini memakai kaos kaki khusus.

“Untuk menekan lukanya itu, ya mungkin akan selamanya,” jelasnya.

Abdul Rochim menambahkan, sejatinya, dengan kondisi kesehatan seperti itu, Ba’asyir harus mendapat perawatan khusus.

“Karena memang organnya yang sudah melemah dan tidak lagi berfungsi dengan baik,” urai dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto memastikan, pemerintah akan memindahkan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir ke Lapas Klaten.

Namun, pihaknya belum memastikan waktu pemindahan pendiri Pondok Pesantren Islam Al Mu’min itu.

Pemerintah masih sibuk menyiapkan beberapa persiapan pemindahan Baasyir, diantaranya soal prosedur pemindahan, keamanan, hingga pelayanan di lapas terutama terkait layanan kesehatan untuk Ba’asyir.

“Jadi enggak terus tiba-tiba saya perintahkan besok (pindah). Kalau enggak siap bagaimana? Jadi tunggu, sabar,” kata Wiranto beberapa waktu lalu.

(Iks/Pojoksatu)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.