Deklarasi #2019GantiPresiden Itu Kampanye dan Provokatif, PDIP: Kami Bisa Halus dan Tidak Halus

892
Petinggi 9 parpol Koalisi Indonesia Kerja (KIK) mendeklarasikan tim pemenangan daerah Jogjakarta untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf

JAKARTA – Deklarasi #2019GantiPresiden yang digalakkan kubu koalisi oposisi, mendapat penolakan dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Kubu pengusung Prabowo-Sandi itu bersikukuh menganggap hal itu tak melanggar hukum dan konstitusi.

Bahkan, juga bukan kampanye serta tak melanggar aturan pemilu.

Akan tetapi, tak demikian dengan Ketua Tim Kampanye Daaerah Koalisi Indonesia Kerja (KIK) tingkat Daerah Istimewa Jogjakarta, Bambang Praswanto.

Menurutnya, deklrasi gerakan yang pertama kali diinisiasi Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera itu jelas kampanye.

Tak hanya itu, gerakan tersebut juga bersifat provokatif.

Demikian disampaikan Bambang usai deklarasi Tim Kampanye Daerah Koalisi Indonesia Kerja Tingkat DIJ di University Club (UC) Hotel Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Senin (27/8/2018).

“Kami sejak awal jelas, kami anggap itu sudah masuk kampanye dan provokatif,” katanya.

Karena itu, pihaknya yang tergabung dalam KIK memastikan akan mengadang gerakan tersebut masuk ke Kota Gudeg itu.

“Kami akan menghambat itu kalau dilakukan di DIJ,” tegasnya.

Ia menegaskan, upaya menggagalkan deklarasi #2019GantiPresiden yang bakal dilakukannya bisa dengan berbagai cara.

Semisal dengan meminta agar pihak kepolisian tak mengeluarkan izinnya ketika akan ada deklarasi Ganti Presiden.

“Nek perlu izine ra ditokne (kalau perlu permintaan izinnya tidak diberikan). Lha itu provokatif dan kampanye kok,” jelasnya.

Salah satu alasan Ketua DPD PDIP DIJ ini adalah upaya mengganti presiden yang sudah masuk dalam ranah kampanye.

“Namanya Ganti Presiden, kan kampanye. Kami bisa memakai cara halus dan tidak halus,” katanya.

Penolakan deklarasi gerakan itu di DIJ, jelasnya, tidak lain untuk menjaga kondusivitas yang selama ini sangat terjaga di Jogjakarta.

Karena itu, pihaknya mengimbau agar kubu oposisi menggunaan cara-ara yang lebih menekankan pada budaya dan bermartabat.

“Mari berbudaya dan bergembira (menyambut Pilpres),” pungkasnya.

Sementara, Ketua DPD Golkar DIJ, Haryadi yang juga masuk dalam tim Kampanye Daerah Koalisi Indonesia Kerja Tingkat DIJ ini menambahkan.

Fokus pihaknya saat ini hanya memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf dalam Pilpres 2019 mendatang.

“Ini bukan kompetisi. Ini kontestasi memenangkan hati nurani masyarakat,” tutupnya.

Untuk diketahui, sebelumnya deklrasi #2019GantiPresiden di Pekanbaru, Riau ditolak warga yang tak menginginkan gangguan kondusivitas di kota tersebut.

Alhasil, pegiat gerakan itu, Neno Warisman, ditolak menginjakkan kaki di Pekanbaru dan dipulangkan ke Jakarta malam itu juga.

Tak jauh berbeda, pun demikian dengan warga Surabaya yang tak menghendaki deklrasi serupa.

Deklarasi yang rencananya dilaksanakan di Tugu Pahlawan, Minggu (26/8/2018) itu akhrnya dibubarkan oleh polisi.

Sementara Ahmad Dhani dan rombongannya didemo ratusan massa berbagai elemen masyarakat Kota Pahlawan itu di Hotel Majapahit.

Sebagai balasan, pentolan grup band Dewa 19 itu menyebut aksi massa demo yang mengadangnya adalah kelompok orang-orang idiot.

(dho/JPC/ruh/pojoksatu)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here