Debat Panas soal Lahan HGU, Aria Bima dan Natalius Pigai Marah-marah hingga Saling Tunjuk

1539

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Aria Bima terlibat debat panas dengan Mantan Komisioner Komnas Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai terkait lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang kini rami diperbincangkan.

Kedua tokoh tersebut terlihat emosi hingga saling tunjuk satu sama lain.

Dilansir oleh TribunWow.com, perdebatan antara keduanya ditampilkan dalam program Dua Sisi yang bertajuk ‘Lahan HGU: Prabowo Disindir, Jokowi Ditantang’ seperti yang ditayangkan channel YouTube Talkshow tvOne, Jumat (3/1/2019).

Pada kesempatan itu, hadir pula TKN Jokowi-Maruf, Arsul Sani dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ahmad Riza Patria.

Perdebatan itu bermula saat Aria Bima menjelaskan bahwa ada kesan seolah-olah Jokowi meminta konsesi HGU yang ada saat ini dibagikan kepada rakyat.

Begitu juga, terkait lahan HGU Prabowo di Kalimantan Timur dan Aceh Tengah akan dikembalikan jika negara membutuhkan.

“Jadi Pak Jokowi juga tidak meminta, kalau ada yang mau mengasihkan, maksudnya mungkin lahannya tidak terpakai, ada HGU yang tidak produktif, itu juga dikembalikan,” papar Aria Bima.

“Jadi kan kerja sama yang baik,” sambungnya.

Pemaparannya itu lantas ditanggapi oleh Natalius Pigai.

“Di Undang-undang Dasar 1945 Konstritusi Bangsa Pasal 33, menyatakan bahwa bumi, tanah, air, udara dikuasi oleh negara. Kekuasaan negara itu berupa otoritas regulasi dan kebijakan,” kata Natalius Pigai

Belum selesai pemaparannya, Aria Bima langsung memotong.

“Pak ini bukan negara komunis pak, ini bukan negara komunis,” jelas Aria Bima tegas.

“Ini negara Pancasila, permusyawaratan, permufakatan,” imbuh Aria Bima sambil menunjuk meja.

“Dengar dulu, ini amanat Undang-Undang, yang aslinya PDI saja tidak mengakui undang-undang dasar tersebut,” timpal Natalius Pigai dengan nada meninggi.

“Siapa yang tidak mengakui,” jawab Aria Bima.

Tampak keduanya berbicara sama alot, membela argumen masing-masing.

Giliran Natalius Pigai memaparkan gagasannya.

“Penguasaan itu berupa regulasi dan kebijakan, kok Jokowi mengatakan silakan,” ucap Natalis Pigai

“Satu-satunya regulasi itu mengamanatkan Jokowi audit dong semua. Begini ada yang ketemu semua masalah ambil lagi baru diperuntukan untuk rakyat. Jadi bukan silakan-silakan,” sambungnya.

Terlihat kembali perdebatan alot antar keduanya.

Untuk meredakan suasana, lantas pembawa acara mempersilakan Arsul Sani yang juga ingin mengutarakan argumennya.

“Itu kan hasil proses audit, dikumpulkan semua dan segala macam,” ucap Arsul Sani.

Pernyataan itu lantas ditanggapi Natalius Pigai yang meminta untuk memberikan contoh lokasinya.

“Loh itu di Kalimantan Timur,” jawab Arsul Sani.

Terlihat kembali perdebatan antara Natalius PigaiAria Bima, dan Arsul Sani mulai memanas.

Terkait hal itu, lantas Natalius Pigai mencoba menjelaskan kembali.

Ia mencontohkan terkait lahan HGU di wilayah Dumai, Riau.

Aria Bima terlihat terkekeh mendengar penjelasan Natalius Pigai.

Kembali Natalius Pigai memaparkan penjelasannya.

“Dengar dulu, 14 juta hektar itu sawit, jadi semuanya itu 50 juta hektar. Sudah seperti itu, tahun 2016 Jokowi kasih Rp 7,5 triliun kepada korporasi,” papar Natalius Pigai sambil menunjuk-nunjuk.

Aria Bima dan Natalius Pigai adu debat panas saat menjadi narasumber di Dua Sisi, Kamis (28/2/2019).
Aria Bima dan Natalius Pigai adu debat panas saat menjadi narasumber di Dua Sisi, Kamis (28/2/2019). (Capture/YouTube/Talkshow tvOne/Dua Sisi)

Penjelasan itu tampak tidak diterima oleh Aria Bima.

Aria Bima mulai terlihat emosi lantaran menurutnya pernyataan Natalius Pigai membias dari persoalan yang sedang dibahas.

“Elu jangan biaskan persoalan, kita bicara tanah. Heh, ini bicara soal tanah,” kata Aria Bima sambil menunjuk Natalius Pigai.

“Loh ini, uang 7,5 triliun ini uang rakyat dikasih ke korporasi,” timpal Natallius Pigai.

Mendengar keduanya adu argumen dengan nada tinggi, pembawa acara tampak ingin menengahi perdebatan panas tersebut.

Simak videonya di menit 05.20:

(TribunWow.com/Atri)

tribunnews.

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here