Darmin Sebut Ada Dampak Positif dari Pelemahan Rupiah

132
Menteri Kordinator Perekonomian, Darmin Nasution

Menteri Koordinator bidang Perekonomian mengungkapkan, pada dasarnya pelemahan rupiah memiliki dampak positif terhadap perekonomian Indonesia. Hal ini disampaikannya dalam merespons kondisi nilai tukar rupiah yang belakangan terus mengalami pelemahan terhadap dolar.

Berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, rupiah kembali mengalami penguatan hari ini, dibanderol Rp14.541 per dolar AS. Menguat dari perdagangan kemarin yaitu Rp14.454 per dolar AS.

Dampak positif dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar tersebut, kata Darmin, adalah semakin besarnya potensi ekspor barang-barang produk Indonesia. Hal ini disebabkan semakin murahnya produk Indonesia yang diperdagangkan di pasar global.

Karena itu, Darmin menegaskan, pemerintah juga memanfaatkam pelemahan tersebut dengan terus mendorong produk-produk domestik yang berorientasi ekspor dengan memberikan kemudahan-kemudahan ekspor.

“Bagusnya barang-barang kita diluar makin murah. Jadi sebenarnya respons pertama kita adalah bagaimana caranya mengekspor banyak-banyak. Karena US$1 harga satu baranga tadinya Rp13 ribu sekarang Rp14.400,” ujar Darmin saat ditemui di Gedung Pusdiklat Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa 24 Juli 2018.

Meski begitu, Darmin mengatakan, pelemahan tersebut juga memiliki dampak negatif, yakni terhadap barang impor, dikarenakan barang-barang yang diperdagangkan secara otomatis menjadi mahal akibat tingginya kurs dolar.

Meski begitu dia menegaskan, pemerintah tidak serta merta menghilangkan konsumsi ekspor ditengah pelemahan nilai tukar rupiah yang terus berlanjut. Sebab, dikatakannya, banyak barang-barang yang dibutuhkan untuk produksi industri, namun tidak dihasikan di Indonesia.

“Jeleknya, kita impor harga lebih mahal. Tapi kalau dikatakan kalau begitu jangan Impor, tidak bisa juga. Banyak sekali produk yang tidak kita hasilkan¬† tapi kita perlu. Kalau tidak ada itu porduksi kita enggak jalan,” tuturnya.

Karena itu, Darmin menegaskan, pemerintah akan melalukan berbagai strategi untuk memanfaatkan situasi tersebut, sambil mereduksi dampak-dampak negatif yang dapat terjadi akibat pelemahan nilai tukar rupiah.

“Pertanyaannya adalah kalau ini kecenderungan dampaknya jangka menengah, paling tidak apa yang dilakukan Indonesia? Tentu saja karena ada persoalan neraca perdagangan maka yang harus dilakukan Indonesia adalah mengurangi impor, atau menaikkan ekspor, atau mungkin dua-duanya,” papar dia. viva

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.