Cuitan Felix Siauw Mewajibkan Jilbab, PBNU Beri Penjelasan

274
Yahya Cholil Staquf

Yogyakarta – Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf beraksi atas cuitan Felix Siauw di Twitter mengenai penggunaan jilbab bagi wanita muslim yang menurut dia bersifat wajib.

Menurut Yahya Staquf, di dalam Islam ada unsur syariat dan fikih. Syariat mengatur nilai-nilai mendasar, seperti penghormatan manusia pada sesama manusia, berbakti kepada orang tua, dan lainnya.

Dari syariat itulah, dia menuturkan, diturunkan menjadi fikih (hukum agama) yang bisa memunculkan berbagai perbedaan pendapat.

“Fikih ini yang bisa macam-macam pendapat. Ada yang bilang jilbab wajib, ada yang bilang tidak itu diatur dalam fikih,” ujar Yahya ditemui di sela menghadiri forum Centrist Democrat International (CDI) di Yogyakarta hari ini, Kamis, 23 Januari 2020.

Yahya Staquf menuturkan dari sisi agama fikih itu merupakan aspirasi nilai sehingga tak perlu dipersoalkan panjang-lebar jika ada yang menganggap jilbab wajib dikenakan atau tidak wajib.

“Jadi enggak apa-apa menganggap (jilbab) wajib ya silakan, nggak wajib juga silakan.”

Sebelumnya, pemerhati Islam Luqman Hakim menilai cuitan Felix Siauw adalah kritik terhadap istri mendiang Presiden Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah, yang berpendapat bahwa jilbab atau hijab tak wajib dikenakan oleh perempuan muslim.

Yahya Staquf lantas hanya menggarisbawahi bahwa yang harus dipatuhi oleh masyarakat adalah hukum yang sudah ditetapkan oleh negara atau hukum negara.

“Enggak boleh, misalnya, hukum negara melarang orang masuk bank pakai cadar, tapi dengan alasan syariat orang bercadar memaksa masuk. Yang harus dipatuhi adalah hukum negara.”

Mantan anggota Wantimpres tersebut pun mengingatkan kepada orang yang berpandangan fikih berbeda jangan berkeras atau memaksakan agar pendapatnya diterima oleh pihak lain.

“Apalagi untuk hal yang masih debatable,” ujar Yahya Staquf. tempo

Comments

comments

Loading...