Covid Mengganas, Sri Mulyani Resmi Bebaskan Pajak Impor Tabung Oksigen-Ventilator

195

Covid mengganas, Sri Mulyani resmi bebaskan pajak impor tabung oksigen-ventilator. Menyusul melonjaknya angka kasus penularan virus corona ditambah mewabahnya mutasi Covid-19 varian Delta, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati resmi membebaskan pajak impor untuk lima kelompok barang yang digunakan dalam keperluan penanganan pandemi Covid-19.

Pembebasan pajak tersebut diputuskan guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan barang itu serta untuk memberikan kepastian hukum dan percepatan pelayanan atas impor barang.

Adapun pembebasan pajak impor untuk lima jenis barang tersebut, seperti dikutip dari kumparancom, Selasa 13 Juli 2021, tercantum dalam dalam beleid Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 92/PMK.02/2021 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.04/2020 Tentang Pemberian Fasilitas Kepabeanan Dan/Atau Cukai Serta Perpajakan Atas Impor Barang Untuk Penanganan COVID-19.

“Menetapkan Peraturan Menteri ini mulai berlaku, terhadap permohonan untuk mendapatkan pembebasan bea masuk dan/atau cukai serta perpajakan atas impor barang untuk keperluan penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini serta telah mendapatkan nomor dan tanggal pendaftaran pemberitahuan pabean pada saat dimulainya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat,” bunyi aturan tersebut dalam salinan PMK yang diterima wartawan, Selasa 13 Juli 2021.

Adapun berdasarkan lampiran dalam PMK tersebut, kelima jenis barang yang pajaknya dibebaskan terdiri dari pertama test kit dan reagent laboratorium atau PCR test. Kedua, virus transfer media. Ketiga, obat yang terdiri dari Tocilizumab, Intravenous Imunoglobulin, Mesenchymwl Stem Cell, Low Molecular Weight Heparin, obat mengandung regdanwimab, Favipiravir, Oseltamivir, remdesivir, insulin serta Lopinavir dan Ritonavir.

Kemudian, kelompok barang keempat yaitu peralatan medis dan kemasan oksigen yang terdiri antara lain oksigen, isotank, pressure regulator, humidifier, termometer, ventilator, thermal imaging hingga swab.

Terakhir yaitu alat pelindung diri (APD) berupa masker N95. Adapun aturan ini mulai berlaku sejak PMK ini diundangkan yaitu tertanggal kemarin, Senin 12 Juli 2021.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here