Cara Jokowi Ambil Hati Bos Bukalapak Usai Dihujat Para Pendukung Gara-gara Cuitannya

445

JAKARTA – Presiden Jokowi rupanya tidak ingin membuat isu soal sindiran CEO Bukalapak Achmad Zaky memperkeruh situasi politik tanah air.

Jokowi melakukan pertemuan dengan bos markeplace itu membincangkan sejumlah hal.

Pengamat komunikasi politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing memuji sikap negarawan Jokowi.

Menurut dia ada sebuah pesan penting dalam konteks pertemuan Presiden Jokowi dengan Zaky.

“Presiden Joko Widodo bervisi masa depan, bukan politik praktis. Harus kita budayakan hal-hal seperti ini. Tidak lalu memperbicangkan sesuatu yang justru memperuncing persoalan,” kata Emrus saat dihubungi, Minggu (17/2).

Dia berpendapat pertemuan Zaky dengan Presiden Jokowi hari ini merupakan sesuatu yang positif untuk meredakan kegaduhan politik akibat cuitan Zaky.

Sebab selama ini kedua pihak itu memiliki relasi yang nya sangat baik.

“Jokowi membuat solusi-solusi dalam bentuk dialog, suatu yang bagus,” katanya.

Terlepas dari itu, Emrus berpandangan kehebohan yang dilakukan CEO Bukalapak ini bukan sesuatu yang perlu untuk diperbincangkan.

Sebab, kalimat yang dikemukakan Zaky sebagai suatu masukan bagi pemerintah maupun pemerintah yang akan datang.

“Nah ketika ada permasalahan yang sifatnya miss understanding atau miss comunication, selesai juga dengan saling bertukar pesan melalui proses komunikasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, CEO Bukalapak Achmad Zaky sejak dua hari belakangan menjadi pusat pembicaraan di dunia maya. Tagar #UninstallBukaLapak ramai diperbincangkan di linimasa Twitter setelah dia mem-posting cuitan yang menyinggung soal “presiden baru”.

Zaky mengkritik anggaran untuk riset dan pengembangan atau research and development (R&D) yang dinilainya masih kecil. Dia juga memaparkan data pada tahun 2016 yang menunjukkan anggaran R&D Indonesia tertinggal dari negara lainnya.

“Mudah-mudahan presiden baru bisa naikin,” tulis Zaky dalam cuitan yang sudah dihapus itu.

(sta/jpc/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...