Buwas : Jangan Jadi Pengkhianat Negara, Stop Beras Impor Tahun Ini

671

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) menyindir eks Dirut Bulog. Buwas tidak eksplisit menyebut siapa eks Dirut yang dimaksud. Buwas mengatakan selama ini Bulog harus melakukan impor beras. Langkah tersebut dinilai Buwas seperti pengkhianat bangsa.

Ia menambahkan jangan mengutamakan kepentingan pribadi dalam mengemban jabatan. Pasalnya urusan tersebut menyangkut kepentingan hidup orang banyak.

“Saya bilang jangan jadi pengkhianat. Jadi orang pintar aja, tetapi saya nggak peduli dengan orang-orang itu kalau beliau hebat aja,” kata Buwas di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2018).

Selain itu  Budi Waseso (Buwas) mengatakan stok beras yang dimilikinya saat ini berjumlah 2,4 juta ton. Hingga akhir tahun, diperkirakan stok beras Bulog mencapai 2,3 juta ton.

“Kita tidak lagi men-supply, untuk tahun ini untuk rastra hanya tinggal 100.000 hingga akhir tahun jadi kita hanya minus 100.000 dari 2,4 juta ton tadi. Jadi kalau nggak ada supply masuk lagi berarti kita cuma 2,3 juta ton,” ujar Buwas di kantornya, Jakarta Selatan.

Buwas mengatakan bahwa dengan jumlah tersebut, maka tidak diperlukan impor beras lagi tahun ini.

“Tolong ini nggak ada impor baru. Saya minta izin impor baru ini jangan,” tutur Buwas

Ia menambahkan, pihaknya saat ini sudah mendapatkan 1,4 juta beras impor di tahun ini. Ia juga menegaskan untuk tidak melakukan impor lagi.

“Itu beberapa di Tanjung Priok itu lah impor yang datang dari proses impor yang lalu bukan yang baru sebelum saya menjadi dirut, tetapi yang baru tidak ada,” ujar Buwas.

Buwas menambahkan, topik mengenai beras tidak dibuat menjadi permasalahan yang panjang. Jangan membuat masyarakat resah soal stok beras yang ada.

“Saya ingin berpendapat ke yang benar bicara aja ke pendapat, pendapat yang bikin resah masyarakat Indonesia. Jadi itu provokator yang seperti itu tujuannya UU, harusnya kena pidana, bukan pidana ngomong salah,” ujar Buwas.

Selain itu Perum Bulog saat ini tengah menyewa beberapa gudang demi menyimpan cadangan beras miliknya. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan persoalan tersebut bukan urusan pemerintah.

Menanggapi hal itu, Budi Waseso (Buwas) mengatakan pada dasarnya ia bingung. Sebab kegiatan yang Bulog lakukan merupakan tugas dari pemerintah.

Image result for Gambar gudang Perum BulogFoto:bonafidenews.id

“Saya bingung ini berpikir negara atau bukan. Coba kita berkoordinasi itu samakan pendapat, jadi kalau keluhkan fakta gudang saya bahkan menyewa gudang itu kan cost tambahan. Kalau ada yang jawab soal Bulog sewa gudang bukan urusan kita, mata mu! Itu kita kan sama-sama negara,” papar dia.

“Kita kan aparatur negara jangan saling tuding-tudingan, jangan saling lempar-lemparan itu pemikiran yang tidak bersinergi,” papar Buwas.

Selanjutnya dari pantauan redaksi eveline mendapati beragam komentar mengenai artikel . Buwas : Jangan Jadi Pengkhianat Negara,Stop Beras Impor Tahun Ini

“ #support Pak Buwas. Emang perlu dikeraskan itu menteri. #matamu!!!”, komentar dari akun Budi Kurniawan

Selanjutnya dari akun  Jombloganteng dengan komentarnya, “ BULOG itu adalah BUMN. Jadi berdiri sendiri sebagai KORPORASI, dimana MENDAGRI tidak boleh mencampuri. Tapi BULOG harus bertanggung jawab pada urusannya dan siap menampung beras cadangan. Bahaya bila cadangan beras tidak mencukupi. Harga beras akan meroket dan inflasi akan tinggi”.

Sementara itu dari akun Balbend dengan komentarnya, “ Berdoa semua semoga Prabowo menang Rizal Rli dan Bu was jadi Menteri tegas dan berwibawa”. EVELINE

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.