Bupati Sleman Sri Purnomo Positif Covid-19, Sempat Bertemu Sultan Hamengku Buwono X

128

SLEMAN — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo memastikan upaya penelusuran kontak erat Bupati Sleman Sri Purnomo yang positif tertulari Covid-19, langsung berjalan.

 

Acuan yang digunakan adalah kontak erat selama 15 menit dengan jarak kurang dari satu meter. Mulai dari keluarga, pejabat pemerintah hingga warga.

Dinkes Sleman telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DIY terkait Pak Sri sempat mengikuti agenda bersama Gubernur Hamengku Buwono X (HB X).

Walau saat itu berlaku protokol ketat berupa rapid antigen, tetapi tracing kontak erat tetap berlaku.

“Selasa (19/1) masih ada acara dengan ngarso ndalem (HB X), lalu Senin (18/1) dengan kementerian (Kementerian Kelautan dan Perikanan), sudah koordinasi dengan Dinkes DIY. Saat acara bersama ngarso ndalem, itu masih negatif antigen,” kata Joko kepada Radar Jogja, Kamis (21/1).

Koordinasi, lanjutnya, untuk meminimalisasi sebaran kasus Covid-19. Skema tracing berlaku sejak pertemuan beberapa sebelum terkonfirmasi positif Covid-19. Perhitungan yang digunakan adalah dua hari setelah menjalani uji swab Polymerase Chain Reaction (PCR).

“Dihitung dua hari setelah diambil swabnya. Karena Rabu (20/1) itu tesnya maka sejak Senin (18/1), Selasa (19/1) dan Rabu sudah masuk kontak erat. Terutama yang lebih dari 15 menit dan jarak kurang dari satu meter,” katanya.

Joko memastikan pada Rabu itu hasil rapid antigen Sri Purnomo negatif terhadap Covid-19. Secara ilmiah kondisi ini sangat memungkinkan.

Rapid Antigen, lanjutnya, akan membaca kemunculan virus pada hari pertama hingga ketujuh. Dengan puncak pada hari kelima. Joko memerinci, Bupati Sri Purnomo berjumpa Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, Senin (18/1).

Sementara giat acara bersama Gubernur Hamengku Buwono X, Selasa (19/1). Dalam rentang waktu tersebut hasil rapid antigen belum bisa membaca keberadaan sel virus dalam tubuh.“Saat hari Senin dan Selasa belum kelihatan positif, Rabu kemarin sudah naik lagi. Selasa itu masih negatif lalu Rabu siang positif. Swab (rapid) antigen positif secara teoritis hampir pasti positif juga di swab PCR. Karena sel antigennya mulai positif,” tambahnya.

Sri Purnomo dinyatakan positif Covid-19, Kamis (21/1) pagi. Tepatnya setelah hasil uji swab PCR sehari sebelumnya telah keluar. Sebelum menjalani uji swab PCR, juga sempat rapid antigen dan hasilnya reaktif terhadap Covid-19.

Terkait tracking kasus, Dinkes Sleman berhasil melacak dugaan penyebab penularan. Berawal dari kontak dengan salah satu pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Sleman. Sosok tersebut juga dilaporkan terkonfirmasi positif Covid-19.

 

Diruntut secara detail, pimpinan OPD ini sempat kontak erat dengan salah satu stafnya. Diketahui pula staf tersebut terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara pertemuan pimpinan OPD dengan Sri Purnomo berlangsung Senin (18/1).

“Itu beliau menghadap Pak Bupati dan kontak cukup lama. Apakah karena itu atau bukan, belum bisa dipastikan, yang jelas kontak dengan pasien positif pada Senin. Kalau stafnya itu ada gejala meriang dan demam,” katanya.

Upaya tracing kontak erat masih berlanjut. Dinkes Sleman akan melakukan tes rapid antigen kepada kontak erat, baik dari keluarga, lingkungan pemerintah maupun warga masyarakat. Terutama yang sempat berkegiatan bersama dan terjadi kontak erat.

“Semua akan tracing dari warga, keluarga, lalu siapa pun yang sempat kontak. Sedang kami identifikasi, rencana Jumat (hari ini) ada pemeriksaan antigen yang kontak erat dengan Pak Bupati,” katanya.

Sumber Berita / Artikel Asli : (jpnn/fajar)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...