Buntut Kerusuhan di Afrika Selatan, 72 Orang Tewas dan Toko Dijarah!

283
Foto kerusuhan di Afrika Selatan. (DW)

Buntut kerusuhan di Afrika Selatan, 72 orang tewas dan toko dijarah! Sebanyak 72 orang tewas dalam kerusuhan mematikan di Afrika Selatan. Kerusuhan dilaporkan telah berlangsung selama lima hari.

“Jumlah orang yang kehilangan nyawa sejak awal protes ini, telah meningkat menjadi 72 orang,” terang polisi dalam sebuah pernyataan seperti dilansir AFP, Rabu 14 Juli 2021.

Polisi mengungkapkan, sebagian besar kematian berkaitan dengan aksi penjarahan.

“Berkaitan dengan penyerbuan yang terjadi selama insiden penjarahan toko,” bebernya, seperti dilansir dari detikcom, Rabu 14 Juli 2021

Sisanya, sambung polisi, lantaran penembakan dan ledakan di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di sana.

Presiden Cyril Ramaphosa pada Senin 12 Juli 2021, mengatakan kerusuhan mematikan yang melanda Afrika Selatan saat ini belum pernah terjadi sebelumnya. Menyusul insiden tersebut, ia langsung mengerahkan pasukan militer untuk membantu polisi menangani kekerasan dan penjarahan yang dipicu pemenjaraan mantan Presiden Jacob Zuma itu.

Pasukan militer diturunkan ke jalan-jalan dari dua provinsi paling padat di Afrika Selatan, yaitu Gauteng yang merupakan provinsi dari pusat ekonomi negara, Johannesburg dan KwaZulu-Natal yang merupakan provinsi kelahiran Zuma.

“Selama beberapa hari terakhir, ada tindakan kekerasan publik yang jarang terlihat dalam sejarah demokrasi kita,” tegas Ramaposha dalam sebuah siaran televisi.

Ia juga mengatakan, prihatin dan sedih atas peristiwa dan kerusuhan yang melanda negaranya. Sudah dua hari berturut-turut Ramaposha menyampaikan keterangan persnya lantaran kerusuhan yang terjadi.

Seperti diketahui, kerusuhan yang memanas di Afrika Selatan terjadi saat Pengadilan Tinggi negara pada Senin 12 Juli 2021 kemarin menggelar sidang untuk mendengar permohonan pihak Zuma. Ini guna membatalkan vonis penjara 15 bulan yang ia terima.

Zuma sendiri telah mulai menjalani hukuman pada Kamis 8 Juli 2021 pekan lalu. Ia dijatuhi hukuman karena menentang perintah pengadilan konstitusi untuk memberikan bukti atas penyelidikan korupsi tingkat tinggi, yang terjadi selama sembilan tahun kepemimpinannya, tepatnya hingga 2018.

Zuma menolak bekerja sama dalam penyelidikan kasus korupsi yang menuduhnya mengizinkan tiga pengusaha kelahiran India (Atul, Ajay, dan Rajesh gupta) menjarah sumber daya negara, dan mempengaruhi kebijakan pemerintah.

Zuma juga menghadapi kasus korupsi yang berkaitan dengan kesepakatan senjata senilai dua miliar dolar AS atau setara Rp 28,9 triliun pada 1999 ketika ia menjabat sebagai wakil presiden.

Hukuman penjara itu menandai kejatuhan yang signifikan bagi Zuma, yang merupakan seorang aktivis anti-apartheid terkemuka dan pemimpin gerakan pembebasan yang berubah menjadi partai penguasa, Kongres Nasional Afrika (ANC).

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here