Bukti Ini Tunjukkan Mustahil Uang Suap dari Harun Masiku, Lalu Milik Siapa?

412

JAKARTA – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menunjukkan bukti sebuah tangkapan layar percakapan diduga Harun Masiku dengan seseorang bernama Budi.

Bukti tersebut disampaikan dalam sidang gugatan praperadilan yang diajukan MAKI di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (13/2/2020).

Dalam tuntutannya, MAKI meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka baru dalam perkara suap yang menjerat Harun Masiku dan mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Dalam tangkapan layar percakapan via aplikasi Whatasapp itu, Harun Masiku meminta kepada Budi agar dibelikan tiket pesawat.

Bukti percakapan Harun Masiku minta uang dibelikan tiket pesawat

Menurut Boyamin, percakapan itu menunjukkan bahwa Harun Masiku adalah sosok yang biasa dalam hal keuangan.

“Karena untuk sekedar kebutuhan tiket pesawat meminta kepada temannya,” ujar Boyamin Saiman, Kamis (13/2).

Atas dasar itu, pihaknya menilai tidak mungkin uang suap Rp900 juta adalah miliknya.

“Sangat mustahil apabila Harun Masiku mampu menyediakan uang suap Rp900 juta kepada Wahyu Setiawan,” sambungnya.

Karena itu, pihaknya meyakini bahwa uang suap tersebut bukan milik Harun Masiku, melainkan pihak lain.

Boyamin mengaku, dirinya sudah bertemu langsung dengan sosok bernama Budi dan mendapat sejumlah informasi keseharian dan pekerjaan Harun Masiku.

“Dia menjelaskan sehari-hari pekerjaan Harun Masiku adalah lawyer, namun jarang bersidang,” katanya.

Dari Budi, lanjutnya, didapat informasi bahwa klien terkahir Harun Masiku adalah sebuah perusahaan milik orang asing.

“Namun Harun Masiku tidak bisa membantu kasus hukum perusahaan tersebut sehingga Harun Masiku tidak dibayar,” bebernya.

Dengan dasar itu pula, pihaknya berkesimpulan bahwa Harun Masiku tak memilki banyak uang sejak enam bulan terakhir, terlebih untuk menyuap Wahyu Setiawan.

“Untuk itu KPK harus segera menetapkan tersangka baru orang yang diduga membiayai uang suap antara Harun Masiku dan Wahyu Setiawan,” pungkasnya.

(rmol/ruh/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...