BPS: Triwulan II 2019, Ekspor Batu Bara Dan Minyak Sawit Mentah Turun Tajam

260

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2019 tumbuh melambat dengan persentase 5,05 dibandingkan triwulan II 2018. Komoditas migas maupun non migas pada triwulan II mengalami penurunan harga secara tajam.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, penurunan tajam ini terjadi pada harga acuan minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) yang menurun 6,12 persen dibandingkan ICP pada kuartal II 2018, dan harga batu bara yang merosot 22,9 persen dan minyak sawit yang tergerus 16,7 persen.

“Ekspor utama Indonesia adalah batu bara dan CPO minyak sawit mentah sehingga penurunan harga ini akan berpengaruh pada kegiatan ekspor dan impor yang menjadi komponen pertumbuhan PDB (produk domestik bruto),” ungkap Suhariyanto di Gedung 3 BPS, Jalan Dr. Sutomo, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (5/8).

Selain itu, lapangan usaha dan sektor jasa lainnya tercatat mengalami pertumbuhan tertinggi, yakni 10,73 persen secara tahunan. Namun demikian, porsinya terhadap PDB hanya sekitar 1,92 persen sehingga tidak berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, untuk sektor manufaktur masih berpengaruh dominan terhadap PDB dengan nilai 19,52 persen dengan pertumbuhannya yang hanya tercatat 3,54 persen. Melambat dari periode yang sama tahun lalu yakni 3,88 persen.

Untuk industri non migas naik 3,98 persen terutama ditopang oleh industri tekstil dan pakaian jadi yang melesat 20,71 persen.(rmol)

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here