BPN Tolak Rekonsiliasi Pilpres 2019, “Syukur Alhamdulillah Pak Prabowo Menolak Utusan-utusan Itu”

1013

JAKARTA – Upaya kubu Jokowi-Ma’ruf agar bisa bertemu kubu Prabowo-Sandi dalam upaya rekonsiliasi pasca Pilpres 2019 sepertinya sulit direalisaikan.

Pasalnya, kubu koalisi Adil Makmur itu sampai saat ini masih fokus untuk memantau dan mengawasi hasil rekapitulasi suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) sampai 22 Mei 2019 mendatang.

Sejumlah utusan yang sudah datang pun ditolak oleh kubu Prabowo-Sandi.

Demikian disampaikan Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Djoko Santoso saat menghadiri acara syukuran kemenangan di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu (24/4/2019).

Sebaliknya, mantan Panglima TNI itu mengaku bersyukur sejumlah utusan yang dikirim capres petahana Joko Widodo (Jokowi) itu ditolak semua.

Utusan dimaksud tidak lain adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (LBP).

“Syukur alhamdulillah Pak Prabowo menolak utusan-utusan itu. Pak Prabowo setia kepada kita semua dan kita harus setia kepada Prabowo-Sandi,” kata Djoko Santoso.

Pria yang akrab disapa Djoksan ini menyatakan, BPN masih fokus untuk memenangkan Prabowo-Sandi di pilpres 2019.

Pasalnya berdasarkan hasil penghitungan real count internalnya, pasangan calon nomor urut 02 unggul dengan perolehan 62 persen.

“Pernyataan Prabowo menang 62 persen itu adalah titik yang nggak bisa kembali. Untuk itu kita harus siap berjuang,” katanya.

Ia juga menyatakan bahwa pihaknya sama sekali tak menerima kompromi.

“Ingat, tidak ada kompromi. Sejarah mengajari kita kenapa Indonesia merdeka? Karena dalam perjuangannya non cooperation artinya tidak ada kompromi,” tegasnya.

Atas dasar itu, Djoksan mengajak seluruh relawan dan simpatisannya berjuang untuk menegakan keadilan.

Apalagi selama masa pemilu kali ini, pihaknya menuding banyak kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif.

“Jangan terprovokasi, jangan terpancing,” ingatnya.

Kendati dmikian, ia menekankan bahwa pihaknya sama sekali tak menghendaki adanya kekerasan dalam setiap penyelesian permasalahan.

“Kita tetap menginginkan kedamaian. Tetapi damai itu satu proses akibat dari satu sebab. Kalau dalam pemilu itu prosesnya tidak jurdil, maka kita tuntut jujir dan adil,” tutupnya.

Sebelumnya, Anggota TKN Jokowi-Ma’ruf, Eva Kusuma Sundari mengaku khawatir atas penolakan rekonsiliasi dari kubu Prabowo-Sandi.

Menurutnya, alasan penundaan rekonsiliasi lantaran belum ada urgensinya tidak bisa diterima.

(jpc/ruh/pojoksatu)

Comments

comments

Loading...