BPN: Banyak Pernyataan Blunder Jokowi di Debat Capres Kedua

455

Jakarta – Juru Kampanye Nasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ahmad Riza Patria mengatakan debat Pilpres ke dua menunjukkan bahwa Joko Widodo memiliki karakter selalu menyerang dan menjebak lawan politiknya. Meskipun pada akhirnya menyebabkan blunder bagi dirinya sendiri.

“Sejak Pilpres 2014 hingga 2019 Jokowi dalam debat selalu ingin menyerang. Jokowi ini pertahana tapi ofensif, kalau kita lihat di setiap kampanye maupun debat pertama. Jadi mungkin ada tim yang menyiapkan data untuk menyerang,” katanya dalam diskusi Buntut Siasat Debat Kedua di Upnormal Coffee Roasters, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis, (21/02/2019).

Namun, ia menyebut bahwa serangan Jokowi di debat kedua dinilainya menjadi blunder, akhirnya rakyat bisa melihat siapa yang cerdas dan tidak. Sebagai contoh saat pertanyaan tidak lengkap dan menjebak tentang infrastruktur unicorn, Jokowi mengira Prabowo tidak paham tentang unicorn.

“Jebakan itu justru dijawab oleh Prabowo dengan membenarkan pelafalan dan menyederhanakan kata unicorn yakni ‘yang online- online itu’. Saya kira Prabowo justru lebih paham dari Jokowi terkait unicorn, dimana Prabowo juga mengkritisi pemerintah agar tidak terlalu terburu-buru memberlakukan pajak di sektor ini,” tuturnya.

Politikus partai Gerindra itu juga menilai serangan Jokowi justru menjadi berkah bagi Prabowo. Terkait soal tanah HGU milik Prabowo misalnya. Bagaimana Jokowi bisa mengetahui luasnya tanah Prabowo di Kalimantan dan Aceh.

“Luar biasa Jokowi bisa tahu detail luasnya, padahal kita baru tahu setelah itu. Akan tetapi ia tak sadar bahwa di sekitar Jokowi sendiri ada lebih banyak yang memiliki tanah luas itu,” ujarnya.

Akibat keblunderan itu, akhirnya menimbulkan berkah bagi Prabowo. Sehingga niat Jokowi menjatuhkan, malah menaikkan elektabilitas Prabowo dengan pembelaan langsung dari Wapres Jusuf Kalla, Bupati dan Dahlan Iskan. kiblat.net

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...