BPIP Beri Pendidikan Moral Pancasila ke Mensos Risma, Politisi Partai Demokrat: Itu Usulan Konkret

312
Surya Makmur Nasution.
Politisi Partai Demokrat, Surya Makmur Nasution ingin melihat gebrakan BPIP terhadap sejumlah pejabat publik yang gemar marah-marah termasuk Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini.

Menurutnya, gebrakan ini dapat diperlihatkan BPIP dengan memberikan Pendidikan Moral Pancasila kepada Risma dkk.

Ia menilai usulan pemberian pendidikan moral Pancasila sebagai usulan yang konkret guna mengontrol luapan emosi Risma dkk di saat pelaksanaan kerja.

Maka dari itu, ia meminta BPIP untuk segera membuat agenda pemberian Pendidikan Moral Pancasila bagi Risma dkk.

“Saya usul konkret. Sebaiknya BPIP segera membuat pendidikan moral Pancasila bagi perilaku pejabat negara yang suka marah-marah melaksanakan tugasnya. Apakah Anda setuju?,” ujar Surya Makmur Nasution, seperti dikutip Galamedia dari akun Twitternya, Selasa, 5 Oktober 2021.

Tidak hanya itu, Surya Makmur Nasution juga turut menyisipkan sejumlah jejak digital yang menunjukkan aksi marah-marah Risma.

Dimulai dari amukan Risma di Jawa Timur, Gorontalo, hingga yang terakhir di Kalimantan Tengah.

Ketika melakukan kunjungan kerja di Jawa Timur, Risma tertangkap kamera sedang memarahi pejabat bank BUMN di Kabupaten Jember.

“Di Bandung ada 5 ribu bantuan yang belum disalurkan. Di Jember malah 8 ribu yang belum. Tolong perbaiki ya!,” ucap Risma, 28 Agustus 2021.

Sementara di Gorontalo, Risma memarahi petugas Program Keluarga Harapan (PKH) Gorontalo gegara ditemukan ketidaksinkronan keterangan pejabat Kemensos dengan data PKH Gorontalo.

Aksi tersebut terekam kamera ketika Risma menghadiri pertemuan dengan sejumlah pejabat di Gorontalo pada 30 September 2021.

Tidak berhenti di Jawa Timur dan Gorontalo, Risma juga meluapkan amarahnya kepada Elmon Sianturi selaku Kepala Dinas Katingan, Kalimantan Tengah.

Luapan amarah Risma tersebut langsung diadukan Anggota DPD Agustin Teras Narang kepada Tjahjo Kumolo selaku Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB).

“Teguran itu tidak tepat dilakukan oleh seorang pejabat yang diminta bantuannya oleh presiden untuk mengemban tugas sebagai kepala pemerintah di bidang sosial,” ucap Teras Narang, 4 Oktober 2021.

“Saya paham tugas (Risma) tidak mudah, kita saling hormat-menghormati saja,” balas Tjahjo Kumolo. ***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here