Boni Hargens: Pemerintah dan Masyarakat Jangan Anggap Sepele Hoaks

65
Boni Hargens

Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menilai pemerintah dan masyarakat jangan menganggap sepele persoalan informasi bohong atau hoaks yang selama ini beredar, karena menyangkut stabilitas negara.

“Saya selalu bilang hati-hati, ini masuk keamanan pemilu. Hoaks jangan dianggap sebagai persoalan sepele,” kata Boni dalam diskusi “Merawat KeIndonesiaan Seri Diskusi XVIII bertajuk Memilih Melampaui Hoaks“, di Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Ia menilai persoalan hoaks seperti isu tujuh kontainer yang membuat surat suara tercoblos merupakan persoalan serius karena menyangkut stabilitas negara.

Boni menduga kasus hoaks tujuh kontainer bertujuan merusak citra dan integritas KPU sehingga apabila kandidat tertentu kalah maka yang disalahkan adalah KPU.

“Yang mau dicapai adalah merusak citra dan integritas KPU sehingga apabila kandidat tertentu kalah maka yang disalahkan adalah KPU, seolah-olah ada kecurangan,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, demokrasi digital saat ini memunculkan istilah kebebasan berbicara yang benar namun bebas bicara yang bohong.

Menurut dia, kebebasan demokrasi yang kebablasan tersebut karena praktek politik di Indonesia yang mencerminkan oligarki dan kartel sehingga memunculkan “tembok” pemisah dengan masyarakat.

“Kepercayaan menurun karena praktik korupsi, keadaan ekonomi sulit, kondisi sosial terpuruk lalu memunculkan ketidakmatangan. Bagi pecundang itu merupakan peluang, kelompok ini ingin meraih kekuasaan,” katanya.

Boni menjelaskan, hoaks yang berkembang di masyarakat didesain sehingga kebebasan demokrasi menjadi ruang bagi kelompok-kelompok tidak bertanggung jawab bergerak.

Masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk menangkal hoaks yang telah mengarah pada ancaman negara untuk mengembalikan ke arah yang benar, katanya.[] akurat

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.