Bikin Mubazir, Erick Thohir Bakal Tutup 5 Anak Usaha Garuda

291
Erick Thohir

Jakarta – Menteri BUMN Erick Thohir menyebutkan bakal melikuidasi lima anak usaha di PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA). Hal ini dilakukan lantaran dinilai keberadaan anak-anak tersebut tak memberikan manfaat untuk induk usahanya yang fokus pada maskapai penerbangan ini.

Erick mengatakan saat ini kementerian memang menunggu izin dari Presiden Jokowi untuk dapat melakukan merger dan likuidasi untuk perusahaan-perusahaan BUMN. Langkah ini dilakukan untuk jumlah perusahaan BUMN dan anaknya agar tak menggembung, apalagi jika sudah tak lagi dapat diperbaiki kondisinya.

“Lima anak usaha Garuda yang siap dilikuidiasi, ga ada manfaatnya. Ini adalah hasil rapat dengan dewan direksi dan komisaris perusahaan,” kata Erick di tengah rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Kamis (20/2/2020).

Dalam rapat tersebut Erick menyebutkan, izin yang dimaksudkan adalah mandat dalam Peraturan Presiden (PP) 43 tahun 2005 agar kementerian diberikan kemampuan melikuidasi perusahaan-perusahaan yang dinilai sudah dalam tahap dead-weight.

Dia menjelaskan, perusahaan yang dinilai sudah masuk dalam kategori dead-weight ini antara lain sudah tak memiliki nilai ekonomis dari segi bisnisnya. Selain itu, kondisi keuangan perusahaan yang merosot juga menjadi salah satu kriteria yang dipertimbangkan apakah perusahaan tersebut nantinya akan dilikuidasi atau digabung dengan BUMN lain.

“Seperti PT Industri Sandang Nusantara, ini sudah tidak maksimal dan tidak kompetitif tapi aset masih ada. Kalau aset dianggurkan seperti juga Merpati ini akhirnya jadi barang ga berharga bahkan pegawai ga ada. Ini ketakutan penghapusan atau diapakan nanti ada kategori kerugian negara,” jelas dia.

Dia menambahkan, “PT Kertas Kraft Aceh juga sama, hal ini saya ga mau terjebak tapi ini harus diputuskan apa disehatkan, perbaiki core business atau masuk kategori lain. Atau dengan kerendahan hati harus dilikuidiasi biar ga jadi beban, ga ada titik sehat,” katanya.

Hanya saja Erick belum membeberkan lima anak usaha Garuda yang dimaksud. Laporan keuangan September 2019 GIAA mencatat, Garuda punya 26 anak usaha yang tercatat, di antaranya PT Garuda Daya Pratama Sejahtera di bidang penyediaan dan pengelolaan tenaga kerja, dan PT Garuda Ilmu Terapan Cakrawala di bidang pendidikan dunia penerbangan.

Lainnya yakni PT Bina Inti Dinamika dan PT Belitung Intipermai di bidang hotel serta PT Garuda Tauberes Indonesia di bidang pemrograman dan pengolahan data., CNBC Indonesia

Comments

comments