Berpeluang maju, menakar kekuatan Gatot Nurmantyo di Pilpres 2024

263
Gatot Nurmantyo

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo belakangan dijagokan maju dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 mendatang. Lantas, melihat gebrakannya hingga sekarang, kira-kira seberapa besar peluangnya memenangkan kontestasi politik tersebut?

Pengamat politik, Muhammad Qodari mengatakan, sah-sah saja seandainya Gatot Nurmantyo berniat maju pada Pilpres 2024 mendatang. Namun sebelumnya, Gatot diharuskan bergabung dengan salah satu partai politik. Sebab jika tidak, maka bekal tempurnya masih jauh dari kata cukup.

“Jalurnya salah, jalurnya itu partai politik. KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) ini bukan partai politik dan tidak punya kursi. Kalau pun misalnya KAMI ikut Pemilu 2024, itu pun belum bisa digunakan hasilnya untu maju Pilpres 2024,” ujar Qodari, dikutip dari Suara, Selasa 29 September 2020.

“Jadi, jangan sampai kucing dikira macan, atau malah membesar-besarkan KAMI,” sambungnya.

Gatot Nurmantyo saat menjabat Panglima TNI
Gatot Nurmantyo saat menjabat Panglima TNI ceramah di IMM. Foto Tniad.mil.id

Lebih jauh, Qodari juga menyinggung jalur ‘jalanan’ yang digunakan Gatot Nurmantyo untuk menarik simpati publik. Menurut dia, cara semacam itu sudah kuno, alias ketinggalan zaman. Sebab, metode sejenis pernah dipakai Amien Rais di masa awal reformasi silam.

Ketimbang Gatot Nurmantyo, Qodari menyebut ada sejumlah nama yang lebih layak diberi label calon presiden. Salah satunya, Prabowo Subianto yang menjadi salah satu kandidat terkuat pada Pilpres tahun lalu.

Selain Prabowo, nama-nama lain juga turut dijagokan Qodari. Misalnya seperti Gubernur Jakarta, Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Saat ini, keduanya sama-sama memiliki nilai elektoral yang terbilang baik.

“Hari ini yang paling potensial menjadi presiden itu adalah Pak Prabowo, yang punya partai dan menteri misalnya. Kemudian orang seperti Pak Ridwan Kamil, Pak Anies Baswedan, yang kepala daerah, enggak punya partai tapi Kepala Daerah,” terangnya.

Komentar PDIP mengenai peluang Gatot Nurmantyo

Politisi PDIP, Ruhut Sitompul menilai, peluang Gatot di Pilpres 2020 kemungkinan sangat kecil. Penyataannya itu mengacu pada nilai elektabilitas sejumlah lembaga survei yang tak menyertakan nama Gatot ke dalam daftar lima besar calon pemimpin negara.

“Mau menaikkan posisi dia sebagai calon presiden? Partai mana yang mau dukung? Jangankan Gatot, Anies saja saya rasa mikir buat calon presiden. Anies Baswedan yang surveinya di atas, Gatot aku enggak pernah lihat. Anies masih masuk lima besar,” imbuhnya dinukil dari JPNN.

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Foto: Antara.
Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Foto: Antara.

Selain itu, Ruhut juga memohon, siapa pun yang hendak maju di Pilpres 2024, bisa dan mau menaati aturan perundang-undangan. Dia mengingatkan, capres-cawapres itu hanya bisa maju setelah diusung partai politik, bukan organisasi masyarakat (ormas) atau kelompok lainnya.

“Jadi aku mohon. Bukan hanya Gatot, siapa pun yang mau calon presiden. Hei, yang bisa dukung (mengusung) calon presiden hanya partai politik. Itu undang-undang.”

“Jadi sudahlah, ormas itu tidak bisa mendukung (mengusung) siapa pun untuk maju calon presiden. Kita bicara undang-undang. Kita negara hukum apalagi dia tentara, jadikan hukum itu panglima,” kata dia.

Sumber Berita / Artikel Asli : Hops

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...