Berkunjung ke Masjid Luar Batang, Politikus Partai Golkar Nusron Wahid Diusir Warga

226
Inisiator Relawan Nusantara Nusron Wahid memberikan keterangan pers di kediaman Ma'ruf Amin, Jakarta, Senin (24/9). (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

POLITIKUS Partai Golkar Nusron Wahid diusir sejumlah warga saat berkunjung ke Masjid Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (25/10/2018) malam.

Video peristiwa itu pun sempat beredar di aplikasi percakapan WhatsApp.

Dalam video tersebut, Nusron Wahid terlihat mengenakan pakaian gamis dan peci putih.

Nusron Wahid diteriaki sejumlah warga sembari mengabadikannya menggunakan handphone.

Beruntung ada warga lainnya yang berusaha melerai dan menghalau warga yang berkerumun, sehingga politisi pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini aman.

Kapolsek Penjaringan AKBP Rachmat Sumekar membenarkan adanya aksi pengusiran tersebut.

Menurut Rachmat Sumekar, peristiwa keributan itu terjadi sekitar pukul 21.30 WIB.

Nusron Wahid datang ke Masjid Luar Batang di Penjaringan, Jakarta Utara, untuk salat dan ziarah.

“Jadi dia datang ke sana, mau salat di sana, mau ziarah. Nah, warga ada yang tahu Nusron Wahid datang, enggak lama kemudian diusir,” ungkap Rahmat, Jumat (26/10/2018).

Rachmat menceritakan, sejumlah orang yang berada di video tersebut tidak terima dengan pernyataan sang politikus itu beberapa waktu lalu.

Ketika itu pernyataan Nusron Wahid dianggap melecehkan warga Luar Batang.

“Jadi warga sana tuh masih dendam, dulu kata warga, Nusron pernah ngomong bahwa Luar Batang ini tempatnya kumuh. Tapi udah diredam, udah ditenangkan sama majelis Masjid Luar Batang,” jelasnya.

Warga yang melakukan aksi penolakan terhadap Nusron Wahid tersebut masih kesal dengan pernyataan sang politikus.

Nusron Wahid dianggap warga setempat tidak pantas menjalankan ibadah salat di Masjid Luar Batang.

“Kata warga itu kan dulu pernah ada konflik sama Luar Batang, karena enggak suka, ya diusir. Setelah statement, dia datang lagi, makanya warga kesal, lalu diusir enggak boleh salat di situ,” ujar Rahmat.

Namun demikian, keributan Nusron Wahid dengan warga Luar Batang tidak berlangsung lama, setelah majelis masjid yang tidak ikut aksi tersebut melerainya.

Nusron Wahid juga tetap melanjutkan ziarah seperti biasa dengan duduk di barisan belakang.

Sapi Ahok Ditolak Warga Luar Batang

Sebelumnya diberitakan Wartakotalive.com, Pengurus Masjid Luar Batang di Jakarta Utara menolak sapi yang disumbangkan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Sekretaris Luar Batang’>Masjid Luar Batang, Mansur Amin, mengatakan, penolakan itu dilakukan setelah pengurus masjid bersama sejumlah tokoh Luar Batang mendiskusikan sumbangan itu.

Pengurus masjid dan warga, kata Mansur, menolak sumbangan itu karena menganggap kebijakan yang dilakukan Ahok telah menyakiti hati masyarakat Jakarta terutama warga Luar Batang.

Dua ekor sapi yang disumbangkan Ahok dikirim pada Minggu (11/9/2016), dan dikirim oleh seorang penjual sapi dengan menggunakan mobil pengangkut.

“Hari itu kami langsung mengirim kembali sapinya. Kemarin sore langsung kami kembalikan sapinya,” ujar Mansur saat dihubungi wartawan, Senin (12/9/2016).

Sumbangan itu, kata Mansur baru pertama kali dilakukan Ahok. Sejak menjabat sebagai wakil gubernur hingga menduduki kursi DKI 1, Ahok disebut belum pernah menyumbang hewan kurban ke Luar Batang’>Masjid Luar Batang.

“Nggak pernah nyumbang dia, malah yang nyumbang pejabat lain,” ujar Mansur tentang Ahok, yang resmi menjadi Gubernur DKI pada 18 November 2014.

Sebelumnya, Ahok mengatakan akan menyumbang 7.000 kilogram daging sapi atau 55 ekor sapi ke seluruh 22 rusun yang ada di Ibu Kota.

Namun Ahok tak menyebut bahwa dirinya akan menyumbang sapi ke Luar Batang’>Masjid Luar Batang Hubungan Ahok dan warga Luar Batang sempat memanas ketika Pemprov DKI berencana menertibkan permukiman warga di Luar Batang.

Namun rencana itu dihentikan karena besarnya penolakan yang dilakukan warga Luar Batang. (*)

.tribunnews

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.