Beredar Gambar ‘Pigai Digunakan Puan Buat Hancurkan Ganjar’, Elite PDIP: Fitnah!

408
Puan Maharani

Beredar pesan gambar yang menyebut Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, menggunakan jasa mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai, untuk menghancurkan Ganjar Pranowo dan Jawa Tengah (Jawa Tengah). Elite PDIP Hendrawan Supratikno merespons dengan pernyataan ‘keras’.

Pesan gambar dengan foto Puan, berikut tulisan ‘Pigai Sengaja Digunakan Oleh Puan Untuk Menghancurkan Ganjar dan Jateng’ itu, dikirim melalui WhatsApp (WA), Sabtu (2/10/2021). Foto Puan di gambar tersebut sedang mengenakan kebaya merah, dan ada juga foto Pigai.

Respons awal Hendrawan perihal pesan gambar bertuliskan ‘Pigai Sengaja Digunakan Oleh Puan Untuk Menghancurkan Ganjar dan Jateng’ diawali dengan sindiran.

“Apa perlu ditanggapi? Apakah kita mau diperbodoh, dianggap bodoh, atau menyebar virus kebodohan? Apakah kebodohan pantas diberi tempat dalam orkestrasi kita membangun etika demokrasi dan peradaban bangsa yang lebih maju?” kata Hendrawan kepada wartawan, Minggu (3/10/2021).

Hendrawan menyebut dalam menyongsong demokrasi Indonesia yang lebih baik, selalu ada pihak yang bertolak belakang dengan menebar fitnah. Pimpinan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI itu mengingatkan, jangan menghabiskan energi untuk politik adu domba.

“Dalam gerak kita ke masa depan, selalu ada kelompok orang yang ingin melakukan pendangkalan akal budi. Pencerahan berusaha ditutup-tutupi dengan kabut fitnah dan selubung kebencian. Kita didorong berkutat dalam lembah kelam yang dikuasai nafsu-nafsu primitif pra-demokrasi,” sebut Hendrawan.

“Ini zaman demokrasi, Bung. Jangan menghabiskan energi dan konsentrasi untuk menonton palagan devide et impera (politik adu domba)!” tegasnya.

Hendrawan kemudian menyinggung paragraf pertama Mars PDIP. Ketua Bidang Perekonomian DPP PDIP 2015-2020 itu menegaskan bahwa PDIP tetap kompak.

“Paragraf pertama mars kami, ‘atas kasih dan kehendak Yang Maha Pencipta, kita telah sepakat bersatu, bersatu dalam satu rampak barisan, menentang kemiskinan’. Jadi kami tetap dalam satu barisan,” ucapnya.

Anggota DPR dapil Jawa Tengah X itu juga mengkritik Natalius Pigai. Hendrawan menilai pernyataan Pigai tentang orang Jateng tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan.

“Soal Natalius Pigai, mantan anggota Komnas HAM, pandangannya terhadap orang Jateng, selain peyoratif dan diskriminatif, jelas-jelas tak sesuai dengan esensi dasar nilai-nilai kemanusiaan. Begitu cepat ia melupakan habitat profesinya,” tutur Hendrawan.

 Pigai Bantah Cuitannya Rasis

Sebelumnya, Natalius Pigai menuduh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo rasis. Tudingan ini pertama kali dilontarkan Pigai lewat akun Twitter-nya, @NataliusPigai2, seperti dilihat detikcom, Sabtu (2/10).

“Jgn percaya org Jawa Tengah Jokowi & Ganjar. Mrk merampok kekayaan kita, mereka bunuh rakyat papua, injak2 harga diri bangsa Papua dgn kata2 rendahan Rasis, monyet & sampah. Kami bukan rendahan. kita lawan ketidakadilan sampai titik darah penghabisan. Sy Penentang Ketidakadilan).” demikian cuitan Pigai.

Namun Pigai membantah bahwa cuitannya itu rasis. Pigai menyebut bahwa dia hanya berbicara dua oknum yang berasal dari Jawa Tengah.

“Itu tidak ada rasis itu. Itu hanya dua oknum yang namanya Jokowi dengan Ganjar, itu tidak ada rasis,” kata Pigai saat dihubungi, Sabtu (2/10).

“Ke siapa rasisnya? Mereka berasa dari Jawa Tengah itu aksioma. Matahari terbit dari timur itu aksioma. Jokowi dengan Ganjar dari Jawa Tengah itu aksioma. Nggak ada rasis di situ,” sambungnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : Detik

 

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here