Benarkah Prabowo Dibuntuti Intel? BPN Pertanyakan Tersebarnya Penerbangan Prabowo ke Dubai

1761

Benarkah Prabowo Dibuntuti Intel? BPN Pertanyakan Tersebarnya Penerbangan Prabowo ke Dubai.

Badan Pemenangan Nasional (BPN)  Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mempertanyakan beredarnya manifes penerbangan Prabowo ke Dubai, Uni Emirat Arab.

BPN meminta ada investigasi soal penyebar manifes tersebut.

“Apa kepentingan manifes Pak Prabowo disebar. Sampai semua wartawan bertanya kepada kami. Lalu sampai Kabag Imigrasi membuat keterangan khusus,” kata juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, saat dihubungi, Selasa (28/5/2019) malam.

“Saya minta ini diinvestigasi siapa yang menyebar manifes. Apakah pihak bandara atau pihak Imigrasi yang menyebarkan,” tambah dia.

Apalagi, kata Andre, tersebarnya manifes perjalanan Prabowo ke luar negeri bukan kali pertama ini terjadi.

Beberapa waktu lalu, hal serupa pernah terjadi saat Prabowo terbang ke Brunei Darussalam.

“Kenapa terkesan ingin mengekspos Pak Prabowo. Sampai manifes yang tidak perlu diekspos malah diekspos. Terindikasi Pak Prabowo diintelin, semua kegiatan dipantau,” kata dia.

Menurut dia, manifes adalah dokumen yang bersifat rahasia dan terbatas karena memuat data diri penumpang. Sehingga tak semestinya manifes dapat tersebar.

Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais, dan capres no urut 02, Prabowo Subianto.
Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais, dan capres no urut 02, Prabowo Subianto. (Instagram/amienraisofficial)

“Ke Brunei kemarin juga beredar manifesnya. Ini ke Dubai juga beredar. Siapa yang punya wewenang menyebarkan manifes? Ada apa ini? Memang enggak boleh orang bebas ke mana-mana?” ucapnya.

Manifes penerbangan Prabowo dan rombongan ke Dubai tersebar sejak Selasa kemarin.

Dalam manifes tersebut Prabowo disebut berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Selasa pukul 08.14 WIB.

Disebutkan bahwa Prabowo berangkat dengan pesawat charter private jet Ambraer 190/ Linkage 1000 dengan nomor registrasi 9HNYC.

Turut disebutkan juga tujuh orang yang mendampingi Prabowo, lengkap dengan keterangan kewarganegaraan.

Dari sana diketahui di dalam rombongan ada warga Rusia, seorang warga Amerika Serikat, dan seorang warga Jerman.

Tak hanya itu, disebutkan juga nama-nama crew pesawat. Kasubag Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham, Sam Fernando membenarkan Manifes yang beredar itu.

“(Informasi tersebut) benar,” kata Sam saat dikonfirmasi, Selasa malam.

Prabowo Subianto saat di Bandara Halim Perdana Kusuma.
Prabowo Subianto saat di Bandara Halim Perdana Kusuma. (Istimewa/Tribun Medan)

Ketua DPP Gerindra Riza Patria mengatakan, Prabowo pergi ke Dubai untuk menemui kolega bisnisnya.

Selain itu, Prabowo juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan rutin.

Prabowo Pakai Jet Pribadi

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dikabarkan bepergian ke Dubai, Uni Emirat Arab, Selasa (28/5/2019) pagi.

Prabowo dan tujuh orang lainnya berangkat menuju Dubai dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Kabar ini dibenarkan oleh Kasubag Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham, Sam Fernando. “(Informasi tersebut) benar,” kata Sam saat dikonfirmasi, Selasa malam.

Saat dikonfirmasi soal kegiatan Prabowo pergi ke luar negeri, Sam tak memiliki informasi soal itu.

“Kami tidak memiliki informasi tersebut,” kata dia.

Prabowo diketahui berangkat bersama tujuh orang lainnya bernama Edy Arman, Yoriko Fransisko Karapang, Gibrael Habel Karapang, Mikhail Davzdov, Anzhelika Butaeva, Justin Darrell Flores Howard dan Mischa Demermann.

Rombongan tersebut bersama lima kru pesawat pribadi Prabowo, Jet Ambraer 190/Lineage dengan nomor registrasi 9HNYC, lepas landas pada pukul 08.14 WIB.

Rencana Prabowo kembali ke Indonesia bersifat tentatif.

Penjelasan Fadli Zon Soal Warga Rusia yang Ikut Rombongan Prabowo

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon ditanya soal adanya warga Rusia yang ikut dalam perjalanan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto ke Dubai.

Warga Rusia tersebut bernama Mikhail Davzdov, Anzhelika Butaeva.

“Ya kan ada juga yang bersama Pak Prabowo kan pernah ada kawannya dan sebagainya itu ada. Anak buah kawannya, saudara-saudaranya, mitra bisnisnya, dan lain-lain,” ujar Fadli menjawab pertanyaan itu, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (29/5/2019).

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Fadli Zon(KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)
Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Fadli Zon(KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO) 

Mikhail dan Anzhelika tercatat pernah menghadiri focus group discussion (FGD) bernama Election Visit Indonesia 2019 di Gedung DPR pada 16 April.

Hal ini diketahui dari catatan pemberitaan yang disiarkan situs resmi DPR yaitu www.dpr.go.id.

Ketika itu, DPR RI mengundang anggota parlemen beberapa negara seperti Turki, Malaysia, Pakistan, dan Rusia untuk menyaksikan proses Pemilu 2019.

Ketika ditanya soal itu, Fadli meluruskan bahwa Mikhail dan Anzhelika batal hadir dalam FGD tersebut.

Selain itu, Mikhail dan Anzhelika juga bukan anggota parlemen dari Rusia melainkan bagian dari sekretariat parlemennya.

“Oleh DPR pada waktu itu parlemennya (yang diundang) tapi waktu itu yang hadir sekretariatnya. Tetapi akhirnya tidak jadi datang juga,” ujar Fadli.

Ketika ditanya mengapa sekretariat parlemen Rusia ikut Prabowo dalam perjalanan ke luar negeri, Fadli Zon menilai hal itu biasa saja.

Apalagi perjalanan Prabowo ke luar negeri kali ini bersifat pribadi.

“Biasa-biasa saja ya, perkawanan-perkawanan itu kan biasa saja. Cuma kalau kali ini saya kira urusan privat, urusan biasa,” kata dia.

.tribunnews

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...