Beli 6 Set Toa Peringatan Bencana, DKI Rogoh Kocek Rp 4 M

398

Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Saefullah mengatakan anggaran pembelian Toa sebesar Rp 4 miliar merupakan tanggung jawab Satuan Kerja Pemerintah Daerah.

“Delegation of Authority. Pimpinan sudah kasih ke bawah,” kata Saefullah di Jakarta, Kamis (16/1).

Menurutnya, seluruh kegiatan dalam APBD merupakan wewenang dan tanggung jawab SKPD. “SKPD perlu adain apa? Mereka yang tanggungjawab. Termasuk nailai, proses pengadaan, wajar apa enggak itu tanggung jawab SKPD. Kita tidak pernah intervensi. Kalau ada intervensi salah,” jelasnya.

Diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tahun ini bakal menambah enam toa atau pengeras suara untuk peringatan bencana kepada warga. Toa itu merupakan penambahan dari tahun sebelumnya yang berjumlah 14 unit.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengatakan toa tersebut bernama Disaster Warning System (DWS). Perangkat ini tergabung dalam sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) BPBD Jakarta.

Tak main-main, Pemprov DKI akan mengucurkan dana sebesar Rp 4 miliar untuk pengadaan barang tersebut. Biaya tersebut sudah dianggarkan di dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun ini.

“Tahun 2020 pengadaan 6 set DWS. Anggaran Rp4.073.901.441,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, M. Ridwan kepada wartawan, Rabu (15/1). Ridwan mengatakan anggaran Rp 4 miliar itu belum termasuk biaya perawatan selama satu tahun yakni sebesar Rp165 juta.

Ia menjelaskan DWS merupakan perangkat yang terdiri dari empat toa yang dipasang dalam satu tiang besar.

Ia mengklaim toa yang terpasang bukan hanya sekadar pengeras suara biasa. Tetapi fungsinya sebagai peringatan dini bencana seperti Automatic Weather Sensor (AWS) dan Automatic Water Level Recorder (AWLR).

Jika pintu air sudah siaga 3 atau berstatus waspada, akan diumumkan dari Kantor BPDB DKI. Nantinya informasi peringatan dini bencana itu juga akan diteruskan ke What’s App Grup (WAG) camat dan lurah setempat.

Sementara untuk lokasi pemasangan DWS ini tersebar di titik rawan banjir di Jakarta. Di antaranya adalah Tegal alur, Rawajati, Makasar, Jati Padang, Kedoya selatan, dan Cililitan.

Pada 2019, DWS ini telah di pasang di 14 lokasi, antara lain: 14 titik Ulujami Jakarta Selatan, Petogogan Jakarta Selatan, Cipulir Jakarta Selatan, Pengadegan Jakarta Selatan, Cilandak Timur Jakarta Selatan.

Selain itu daerah Pejaten Timur Jakarta Selatan, Rawa Buaya Jakarta Barat, Kapuk Jakarta Barat, Kembangan Utara Jakarta Barat, Kampung Melayu Jakarta Timur, Bidara Cina Jakarta Timur, Cawang Jakarta Timur, Cipinang Melayu Jakarta Timur, dan Kebon Pala Jakarta Timur. [MRA]Rakyat Merdeka – 

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...