Begini Perasaan Jokowi Setelah Berpelukan dengan Prabowo

292

JAKARTA – Presiden Jokowi menumpahkan perasaannya di media sosial beberapa saat setelah menjadi saksi perjuangan pesilat Indonesia di Padepokan Pencak Silat TMII Jakarta, Rabu (29/8) sore.

Jokowi menyaksikan dan merasakan kebahagiaan seorang pendekar bernama Hanifan Yudani Kusumah, yang mempersembahkan medali emas dari kelas C (55-60 kg).

“Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, sore tadi. Begitu dinyatakan sebagai peraih medali emas kelas C setelah menundukkan Nguyen Thai Linh asal Vietnam, pesilat putra Hanifan Yudani Kusumah merayakan kemenangannya dengan berlari keliling arena lalu naik ke tribun penonton tempat saya duduk bersama Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia, Bapak Prabowo Subianto,” tulis Jokowi di Instagram pada akun jokowi.

Hanifan, si pesilat berusia 20 tahun dengan gaya rambut unik itu menyalami semua elite di tribun kehormatan. Ada Bu Megawati Soekarnoputri, Pak Jusuf Kalla serta Jokowi dan Prabowo.


Foto: Instagram Kemenpora

Hanifan menyalami Jokowi kemudian Prabowo. Hanifan sempat lama berada dalam pelukan Prabowo.

Setelah itu, tiba-tiba Hanifan membawa Jokowi dan Prabowo mendekat. Hanifan lalu merangkul Jokowi dan Prabowo dalam pelukannya, diselimuti bendera Merah Putih.

Jokowi sepertinya mengingat momen itu dengan bahagia.

“Kami bertiga — Hanifan, saya dan Pak Prabowo — pun berpelukan dalam selubung merah putih,” sambung Jokowi.

“Selamat untuk Hanifan, seluruh atlet pencak silat Indonesia, pelatih dan jajaran pengurus, yang mempersembahkan 14 medali emas untuk kontingen Indonesia di Asian Games 2018. Dengan perolehan medali 30 emas, 22 perak, dan 35 perunggu sampai hari ini, Indonesia berada di posisi keempat — sebuah pencapaian baru yang menjadi sejarah bagi dunia olahraga negeri ini,” pungkas Jokowi.

Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, sore tadi. Begitu dinyatakan sebagai peraih medali emas kelas C setelah menundukkan Nguyen Thai Linh asal Vietnam, pesilat putra Hanifan Yudani Kusumah merayakan kemenangannya dengan berlari keliling arena lalu naik ke tribun penonton tempat saya duduk bersama Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Kami bertiga — Hanifan, saya dan Pak Prabowo — pun berpelukan dalam selubung merah putih. Selamat untuk Hanifan, seluruh atlet pencak silat Indonesia, pelatih dan jajaran pengurus, yang mempersembahkan 14 medali emas untuk kontingen Indonesia di Asian Games 2018. Dengan perolehan medali 30 emas, 22 perak, dan 35 perunggu sampai hari ini, Indonesia berada di posisi keempat — sebuah pencapaian baru yang menjadi sejarah bagi dunia olahraga negeri ini.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

Ya. Timnas pencak silat menyumbang 14 emas, ditambah satu perunggu.

Emas dari Hanifan merupakan yang ke-13. Keping emas terakhir diraih Wewey Wita dari kelas tarung 50-55 kg putri. Pada nomor final, Wewey menang atas pesilat Vietnam Them Thi Tran.

Emas dari Wewey adalah yang ke-14 untuk timnas pencak silat Indonesia, dan terakhir di cabor pencak silat AG 2018.

Sekadar diketahui, pencak silat baru pertama kali ini dipertandingkan di Asian Games. Dari 16 nomor yang dipertandingkan, hanya dua yang lepas ke negeri orang.

Kelas yang dimaksud adalah 70-75 kg putra dan 90-95 kg putra, keduanya diambil Vietnam. Selebihnya disapu bersih kontingen Merah Putih.

Sejumlah kontroversi muncul terkait keputusan hasil pertandingan. Namun, semua masih batas wajar mengingat pencak silat tak seperti atletik yang hasilnya sangat terukur.

Di klasemen sementara Asian Games, 14 emas dari pencak silat itu membuat Indonesia mengoleksi 30 emas, 22 perak dan 36 perunggu. (adk/jpnn)

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here