Begini analisis tajam pengamat soal kekuatan HRS di Pilpres 2024

515
Habib Rizieq Shihab.

Meski Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 masih terbilang lama, namun sejumlah nama sudah mulai digadang-gadang menang. Bukan hanya politisi, ulama atau pemuka agama juga turut meramaikan kontestasi nasional tersebut. Salah satunya mantan petinggi FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS).

Sejauh ini, HRS dikenal memiliki pengikut atau simpatisan yang besar di Indonesia. Itulah mengapa, dengan modal penting tersebut, dia bisa saja membuat kejutan dan terpilih sebagai pemimpin negara. Lantas, seberapa besar peluangnya?

Pengamat politik dari Universitas Andalas, Asrinaldi mengatakan, kekuatan HRS untuk Pilpres 2024 sebenarnya masih besar, bahkan mengungguli banyak kandidat beken lainnya. Namun, kini dia terganjal satu masalah, yakni vonis empat tahun penjara akibat kasus swab test di RS Ummi, Bogor.

“Saya meyakini Habib Rizieq masih punya kekuatan pada Pilpres 2024,” ujar Asrinaldi dikutip dari Genpi, Jumat 16 Juli 2021.

Habib Rizieq. Foto: Youtube
Habib Rizieq. Foto: Youtube

Lebih jauh, dia memastikan, Habib Rizieq paling piawai memobilisasi massa. Bahkan, untuk mengumpulkan jutaan orang saja, baginya terbilang mudah. Sehingga, secara tak langsung dia mengingatkan, kandidat lain patut waspada dengan kekuatan sang ‘Imam Besar’ pada Pilpres mendatang.

“Kalau bicara tentang realitas, kekuatan Habib Rizieq saya pikir cukup berpengaruh dalam memobilisasi massa,” tuturnya.

HRS tak punya pengaruh besar di Pilpres 2024

Berbeda dengan Asrinaldi, mantan Wakil Presiden (Wapres) periode sebelumnya, Jusuf Kalla alias JK memastikan, HRS tak punya pengaruh besar di Pilpres 2024 mendatang—baik sebagai kandidat maupun pendukung.

JK menyadari, simpatisan HRS memang terbilang banyak. Namun, jika dibandingkan dengan seluruh rakyat Indonesia, sepertinya tak akan ada apa-apanya.

“Berapa banyak sih yang bisa dipengaruhi Habib Rizieq? Tidak banyak,” demikian pendapat JK, disitat dari Beritasatu.

Habib Rizieq di depan massa FPI
Habib Rizieq di depan massa pendukungnya Foto: Antara

Bahkan, menurut JK, sebanyak-banyaknya pendukung HRS yang bergemuruh di jalanan dan muka umum, lebih banyak lagi silent majority atau calon pemilih yang tak banyak bersuara.

“Lebih banyak silent majority yang menentukan, bukan gemuruhnya massa di jalan,” kata dia.

Sumber Berita / Artikel Asli : HOPS

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here