Beberapa Orang Bertanya: Mengapa Mereka Begitu Membenci Arab Saudi?

1526
Raja Salman bin Abdulazizl Al Saud. Sumber Foto : AFP

Repelita.com : Semua hal tentang Arab Saudi memang menarik untuk dibicarakan. Saat ini, Kerajaan Arab Saudi memang menjadi sorotan semua orang, baik dari kebijakan dalam negerinya, hubungan politik luar negerinya, agama dan madzhabnya, sosial dan budayanya, bahkan kehidupan para pangerannya, terutama Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Terlepas dari kebaikan Arab Saudi sepanjang sejarahnya, masih ada saja orang yang selalu menjelek-jelekkan Arab Saudi. Mereka mencoba meremehkan prestasi Kerajaan di dunia internasional, mereka selalu membangun opini buruk tentang Arab Saudi, yang mereka sebarkan melalui outlet media dan simpatisannya. Yang jadi pertanyaan: Mereka mereka begitu membenci Arab Saudi? Mengapa, mengapa dan mengapa?

Harus diakui bahwa saat ini Arab Saudi memang menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang. Arab Saudi selalu menjadi yang terdepan dalam memberikan dukungan dan bantuan kemanusiaan kepada negara-negara miskin dan banyak kelompok masyarakat yang tersebar di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia.

Arab Saudi tidak hanya memberikan bantuan untuk pembangunan insfrastruktur, bahkan memberikan bantuan dengan cuma-cuma tanpa ikatan utang. Arab Saudi juga menyediakan ratusan miliar dolar untuk pembangunan sosial dan ekonomi di negara-negara tersebut.

Meskipun Arab Saudi dengan jelas memilik banyak peran, memberikan efek positif pada komunitas internasional, terutama negara-negara miskin. Namun ada saja orang-orang yang bekerja keras siang dan malam, mencari-cari kesalahan Kerajaan, merusak nama baik Arab Saudi, membangun opini jelek tentang Saudi melalui media dan propagandanya yang bisa diketahui semua orang.

Kerajaan Arab Saudi adalah sebuah negara yang diberi kehormatan oleh Allah Subhanahu Wa Taala untuk menjaga Dua Masjid Suci (Al Haram Asy-Syarifain) dan situs-situs sucinya. Arab Saudi adalah negara yang menjadi kiblat semua Muslim. Arab Saudi menjadi tujuan bagi semua orang yang mencintainya, ditandai dengan keunikannya, penghormatan terhadap privasi dan lingkungannya yang tidak akan ditemukan di negara lain mana pun di dunia ini.

Terlepas dari semua ini, Arab Saudi tetap menjadi target utama beberapa negara melalui agen-agen intelijen, media, dan tentara bayaran mereka dengan tujuan mendistorsi citra aslinya, merusak persatuannya dan hubungan yang kuat antara rakyat dan kepemimpinan mereka yang bijaksana, mereka berusaha merusak ekonominya, keamanan dan stabilitasnya dan menargetkan kepemimpinannya.

Sepanjang dekade terakhir, Rakyat Saudi memilih untuk tetap diam, dan mengabaikan dan memaafkan permusuhan yang jelas itu karena mereka tahu pasti bahwa negara mereka adalah negara yang mempromosikan perdamaian dan bukan mengejar ambisi.

Lebih jauh, mereka memahami bahwa karunia yang Allah Subhanahu Wa Taala telah berikan kepada negara mereka, selalu membuat mereka bersyukur dan bangga. Oleh karena itu, mereka menjauh dari propaganda ini, di saat semua orang ramai ikut-ikutan menjelekkan Arab Saudi.

Mereka memahami bahwa keheningan Arab Saudi adalah karena kebijaksanaan dan kesabarannya. Mereka yang melampaui batas kini harus waspada terhadap amarah mereka yang telah memilih untuk tetap bersabar.

Semakin kuat kampanye para pembenci Arab Saudi, semakin banyak konspirasi untuk memecah belah negara terekspos dan muncul ke permukaan. Skenario mereka semakin terungkap dan memunculkan tokoh-tokoh dibaliknya. Mereka menikam bangsa di belakang, mengingkari kebaikan Kerajaan terhadap mereka, mereka lebih memilih makan dan menerima hadiah-hadiah dari para pembenci Saudi. Mereka meremehkan kepemimpinannya, menghina para ulamanya dan mencela gurunya.

Semua ini bukan hanya kebetulan, tetapi merupakan hasil dari kampanye media dan mobilisasi setiap orang di mana mereka melihat benih kebencian terhadap bangsa yang membanggakan ini.

Saat kepemimpinan Saudi ingin memperbaiki masalah dan mengembalikan situasi ke status yang semestinya, untuk mengungkap situasi yang sebenarnya, untuk memboikot sumber penghasutan dan mengembalikannya ke keadaan normal, ular-ular itu mulai merayap keluar dari tempat persembunyian mereka dan semakin banyak yang terpapar. Mereka bermimpi ingin mengembalikan kekhalifahan dan mengganti Kerajaan dengan ideologi mereka.

Namun karena kepercayaan kuat rakyat Saudi dan keyakinan penuh kepada Kepemimpinannya dalam perang sengit terhadap mereka yang telah melukai Arab Saudi, mengekspos ratusan yang mencoba melarikan diri dari gelombang berombak tetapi gagal dan mundur dengan setiap hari perang ini semakin intensif terhadap mereka yang merugikan, menghina dan berkonspirasi melawan Kerajaan, Arab Saudi telah mencapai sukses besar di bawah kepemimpinan Raja Salman bin Abdul Aziz dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman, semoga Allah selalu menjaga mereka berdua.

Putra Mahkota Muhammad Bin Salman, yang juga wakil perdana menteri dan menteri pertahanan, juga telah menjadi sosok yang dicintai rakyat Saudi yang membuat para pembenci gigit jari. Arab Saudi telah membuktikan bahwa mereka tetap tangguh baik di masa damai maupun perang. Siapa pun yang mencoba membahayakan negara mereka dan kepemimpinannya hanya akan menemukan kegagalan demi kegagalan, mereka ditakdirkan untuk dibuang ke tong sampah sejarah. Biidznillah. (DH/MTD)

Sumber : Saudi Gazette

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...