Batal Ditarik Polri, Nasib Penyidik Kasus Harun Masiku Ini Tak Jelas

227
KPK

Nasib Kompol Rosa saat ini, menjadi tidak jelas. Sebab, Mabes Polri memutuskan membatalkan penarikan penyidik yang dipekerjakan di Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK itu, lantaran masa kerjanya baru berakhir pada September 2020 mendatang.

Namun, beredar informasi, Rosa juga tak dapat bekerja seperti biasa di Lembaga Antikorupsi tersebut.

Rosa dikabarkan, tidak diberikan akses untuk masuk ke Kantor KPK. Ia terpaksa, harus meminjam kartu akses masuk gedung milik koleganya. Selain itu, Rosa pun tidak diizinkan mengakses email pegawai KPK miliknya.

“Rosa tak dapat mengakses email kantor dan gaji bulan ini,” kata sumber pejabat internal KPK, Selasa 4 Februari 2020.

Rosa merupakan salah seorang tim Satgas KPK yang menangani kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR yang menjerat mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum, Wahyu Setiawan dan caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Harun Masiku.

Selain Rosa yang penarikannya dibatalkan Polri, jaksa Yadyn yang disebut turut menangani kasus suap PAW pun telah ditarik Kejaksaan Agung.

KPK sebelumnya membantah penarikan keduanya, terkait kasus Harun Masiku. KPK menyebut, penarikan ini sesuai permintaan dan kebutuhan Polri dan Kejaksaan Agung yang menjadi institusi asal keduanya. Namun, menjadi janggal saat penarikannya telah dibatalkan Polri, Rosa justru tak dapat kembali bekerja seperti biasa di KPK.

Dikonfirmasi mengenai nasib Rosa yang penarikannya dibatalkan Polri, namun tak diberikan akses sebagai pegawai Lembaga Antikorupsi, Plt Jubir KPK, Ali Fikri mengaku belum dapat berbicara banyak mengenai hal tersebut. Ali mengaku akan mengonfirmasi seluruh informasi terkait dengan nasib Rosa ini.

“Jadi, begini ya, nanti untuk itu saya mohon maaf. Nanti, kami perlu konfirmasi ulang ya, saya coba cari informasinya seperti apa duduk perkaranya terkait informasi yang tadi dia tidak bisa masuk dan seterusnya. Nanti, kami konfirmasi ulang kepastiannya dan nanti seperti apa dan terus bisa kami sampaikan ke teman-teman terkait dengan itu,” kata Ali di kantornya, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa, 4 Februari 2020.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua KPK, Firli Bahuri mengatakan, Kompol Rosa dan seorang penyidik yang dipekerjakan lainnya bernama Indra telah dikembalikan ke Mabes Polri. Pengembalian penyidik Polri yang berstatus PNS yang dipekerjakan di KPK ini, menurutnya merupakan hal biasa

“Tolong dipahami bahwa Kompol Rosa dan Indra betul sudah dikembalikan ke Mabes Polri,” kata Firli, saat dikonfirmasi awak media.

Firli mengungkapkan, Kompol Rosa telah dikembalikan ke Mabes Polri per tanggal 22 Januari 2020, sesuai dengan surat keputusan pemberhentian pegawai negeri yang dipekerjakan di KPK sesuai keputusan pimpinan KPK. Surat keputusan pemberhentian ini ditandatangani oleh Sekjen KPK dan petikan surat keputusannya ditandatangani Karo SDM.

“Pimpinan KPK tidak membatalkan keputusan untuk mengembalikan yang bersangkutan. Rosa sudah diberhentikan dari penyidik KPK, bersama saudara Indra sesuai dengan Surat Keputusan Komisi terhitung mulai tanggal 1 Februari 2020, dan sudah dihadapkan ke Mabes Polri pada tanggal 24 Januari 2020. Penghadapan kedua penyidik KPK ke Polri, sama dengan proses pengembalian dua jaksa PNYD ke Kejaksaan,” tambah Firli. (asp) viva

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...